Kegagalan Melatih Bisa Mencoreng Reputasi Hebat Lampard di Chelsea

Kompas.com - 05/07/2019, 14:10 WIB
Pelatih Derby County, Frank Lampard, membalas dukungan penonton seusai laga versus Brighton & Hove Albion dalam pertandingan Piala FA di Stadion American Express Community, 16 Februari 2019. AFP/GLYN KIRK Pelatih Derby County, Frank Lampard, membalas dukungan penonton seusai laga versus Brighton & Hove Albion dalam pertandingan Piala FA di Stadion American Express Community, 16 Februari 2019.

KOMPAS.com - Hampir tak ada yang bisa membantah bahwa Frank Lampard adalah salah satu pemain tersukses di Chelsea.

Dengan torehan sejumlah gelar bergengsi, Lampard bisa dibilang punya reputasi yang bagus sebagai pemain.

Kini, Lampard kembali ke klub lamanya itu. Bukan lagi sebagai pemain, melainkan pelatih.

Pengalaman melatih Lampard sebenarnya masih minim.

Ia baru semusim melatih Derby County, klub Divisi Championship, kasta kedua Liga Inggris.

Karena itu, ia diwanti-wanti bahwa kegagalannya melatih bisa mencoreng reputasi hebatnya sebagai pemain di Chelsea.

Baca juga: Legenda Arsenal Nilai Penunjukkan Lampard Masih Prematur

“Sepak bola dipenuhi dengan nama-nama legenda klub yang kembali untuk melatih di rumah spiritual mereka. Ketika itu, jika tidak berhasil, reputasinya tercoreng dan untuk sementara waktu setidaknya nama legenda itu ternoda," kata mantan pemain Chelsea, Pat Nevin.

Nevin mengaku tak berharap Lampard menemui kegagalan. Ia juga menghargai segala pencapaian Lampard sebagai pelatih.

Tapi secara pribadi, Nevin menilai Lampard seharusnya menjadi pelatih Chelsea dalam 4-5 tahun lagi.

“Seandainya dia mengambil pekerjaan ini empat atau lima tahun ke depan, peluang keberhasilannya akan jauh lebih baik, tetapi dia tahu tidak ada kepastian kesempatan akan muncul lagi," ujar Nevin.

Saat melatih Derby, Lampard sempat mengantarkan klub masuk final Play Off untuk promosi ke Premier League.

Baca juga: Dampak dari Lampard Latih Chelsea, Gianfranco Zola Hengkang

Namun, Derby akhirnya gagal promosi setelah dikalahkan Aston Villa.

Chelsea dikenal sebagai klub yang sering menggonta-ganti pelatih.

Kalaupun nantinya Lampard bisa meraih kesuksesan, Nevin tak yakin ia bisa bertahan dalam waktu lama.

Pasalnya, setiap pelatih adakalanya akan menemui masa-masa sulit.

Masa-masa sulit itu juga terkadang disebabkan beberapa faktor, mulai dari keuangan klub, perubahan kepemilikan, dan sesuatu sederhana seperti banyaknya pemain yang cedera.

Nevin kemudian mencontohkan Jose Mourinho yang sebenarnya cukup sukses di Chelsea, tetapi tak pernah dipertahankan dalam jangka waktu lama.

"Mourinho adalah manajer paling legendaris yang pernah dimiliki klub dan dia dipecat dua kali!" kata Nevin.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X