Brasil Vs Argentina, Performa Dani Alves Tegaskan Usia Hanyalah Angka

Kompas.com - 03/07/2019, 11:45 WIB
Gaya Dani Alves merayakan golnya pada pertandingan Peru vs Brasil dalam lanjutan Copa America 2019 di Arena Corinthians, 22 Juni 2019. AFP/NELSON ALMEIDAGaya Dani Alves merayakan golnya pada pertandingan Peru vs Brasil dalam lanjutan Copa America 2019 di Arena Corinthians, 22 Juni 2019.

KOMPAS.com - Terdapat persamaan dan perbedaan antara Dani Alves dan Lionel Messi saat laga semifinal Copa America 2019 yang mempertemukan Brasil versus Argentina di Estadio Governador Magalhaes Pinto, Rabu (3/7/2019) pagi WIB.

Persamaannya, Dani Alves dan Lionel Messi sama-sama menyandang ban kapten tim masing-masing pada laga tersebut.

Perbedaannya, Alves sanggup membawa timnya menang dan lolos ke final, sedangkan Messi tidak.

Pada usianya yang menginjak 36 tahun, performa Alves saat melawan Argentina semakin menegaskan dirinya belum habis. Usia hanyalah sebatas angka.

Baca juga: Brasil Vs Argentina, Tim Samba ke Final Copa America, Messi Gagal Lagi

Selain mampu membawa timnya menang, pada laga tersebut, ia adalah kunci dari aliran bola Brasil.

Alves memegang kendali 9,3 persen dari seluruh penguasaan bola Brasil. Catatan itu terbanyak di antara pemain Brasil lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk urusan persentase umpan sukses, mantan pemain Barcelona itu juga mencatatkan angka yang tinggi (88 persen).

Ia hanya kalah dari Alex Sandro (92 persen), Thiago Silva (95 persen), dan Marquinhos (94 persen).

Dengan catatan lain, sebenarnya Allan dan Joao Miranda mencatatkan persentase umpan sukses 100 persen. Namun, keduanya tak bermain full 90 menit.

Baca juga: Brasil Vs Argentina, Lewat Laga Keras, Dani Alves dkk Unggul Sementara

Persentase aliran serangan Brasil pun didominasi dari posisi di mana Alves bermain, yakni sisi kanan. Sebanyak 52 persen dari sisi kanan, 20 persen dari lini tengah, dan 28 persen dari sisi kiri.

Statistik lainnya adalah Alves mencatatkan dribble sukses terbanyak kedua dalam pertandingan tersebut setelah Messi. Alves lima dribble sukses, sedangkan Messi tujuh.

Namun, yang tak kalah penting adalah kontribusinya dalam gol pertama Brasil. Ia menciptakan key pass atau umpan kunci dari gol Gabriel Jesus.

Sebelum menciptakan key pass, Alves terlebih dulu melewati dua pemain Argentina dengan skill dan ketenangannya.

Pun saat bertahan, ia bersama Alex Sandro, Thiago Silva, dan Marquinhos berhasil menjaga gawang Allison Becker tetap perawan.

Pada usianya yang mungkin bagi pesepak bola adalah usia senja, Alves membuktikan diri bahwa dirinya masih bisa dibutuhkan dalam laga-laga penting.

Mengambil kalimat Andrea Pirlo yang mengatakan,"Kita bermain sepak bola dengan otak, sebab kaki alat saja," mungkin ada benarnya. Dani Alves sudah membuktikan itu.

Kini, kontraknya bersama Paris Saint-Germain sudah habis. Namun, Alves belum menentukan ke mana ia akan berlabuh pada musim depan.

Mau ke mana, Dani Alves?



Sumber Whoscored
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prestasi Indonesia di Ajang Olimpiade

Prestasi Indonesia di Ajang Olimpiade

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, Tim Renang AS Sabet Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Olimpiade Tokyo 2020, Tim Renang AS Sabet Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Sports
Final Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani Kalah Pamor dari Wakil China, tetapi...

Final Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani Kalah Pamor dari Wakil China, tetapi...

Badminton
Perjuangan Belum Usai, Anthony Ginting Ungkap Pentingnya Raih Perunggu

Perjuangan Belum Usai, Anthony Ginting Ungkap Pentingnya Raih Perunggu

Badminton
Terhenti di Semifinal, Anthony Ginting Fokus Raih Perunggu Olimpiade Tokyo

Terhenti di Semifinal, Anthony Ginting Fokus Raih Perunggu Olimpiade Tokyo

Badminton
Lama Permainan Bulu Tangkis

Lama Permainan Bulu Tangkis

Sports
Kalahkan Ginting, Chen Long ke Final dan Masuk Buku Sejarah Olimpiade

Kalahkan Ginting, Chen Long ke Final dan Masuk Buku Sejarah Olimpiade

Badminton
Hasil Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo: Chen Long-Axelsen Final, Ginting Berburu Perunggu

Hasil Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo: Chen Long-Axelsen Final, Ginting Berburu Perunggu

Badminton
Muamar Qadafi, Orang Indonesia yang Memburu Prestasi bersama Guatemala di Olimpiade Tokyo

Muamar Qadafi, Orang Indonesia yang Memburu Prestasi bersama Guatemala di Olimpiade Tokyo

Sports
Kenal Angkat Besi Sejak 8 Tahun, Rahmat Erwin Kini Punya Medali Olimpiade

Kenal Angkat Besi Sejak 8 Tahun, Rahmat Erwin Kini Punya Medali Olimpiade

Sports
Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di 'PSS for Humanity'

Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di "PSS for Humanity"

Liga Indonesia
Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Badminton
Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Sports
Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton
Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama '2020' meski Digelar 2021?

Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama "2020" meski Digelar 2021?

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X