Kompas.com - 27/06/2019, 08:41 WIB
Essy Prita Cinta selaku Senior Brand Manager Clear (kanan) menyerahkan bola kepada Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria dalam acara di Jakarta, Rabu (26/6/2019). Penyerahaan bola ini merupakan bentuk simbolis dukungan Clear pada program Finalesia On The Road yang akan segera digelar PSSI ke sejumlah wilayah Indonesia. Kompas.com/Alsadad RudiEssy Prita Cinta selaku Senior Brand Manager Clear (kanan) menyerahkan bola kepada Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria dalam acara di Jakarta, Rabu (26/6/2019). Penyerahaan bola ini merupakan bentuk simbolis dukungan Clear pada program Finalesia On The Road yang akan segera digelar PSSI ke sejumlah wilayah Indonesia.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Piala Dunia adalah turnamen sepak bola paling akbar sejagad yang punya prestise tersendiri. Ratusan negara di dunia harus berebut dan saling sikut untuk tampil di ajang empat tahunan ini.

Indonesia tercatat baru sekali tampil di Piala Dunia. Namun itu sudah sangat lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Pada edisi Piala Dunia ketiga di Perancis tahun 1938, Indonesia yang masih menyandang nama Hindia Belanda jadi negara Asia pertama yang tampil pada Piala Dunia.

Sejak saat itu, Indonesia tak pernah lagi lolos ke Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2018, Indonesia bahkan tak ikut kualifikasi karena sanksi FIFA.

Baca juga: PSSI Libatkan Pelatih Timnas untuk Sempurnakan Filanesia

Berangkat dari hal itu, selaku induk organisasi sepak bola di Tanah Air, PSSI mulai menyusun rencana jangka panjang untuk bisa lolos ke Piala Dunia.

Mulai 2017, PSSI memperkenalkan dan mensosialisasikaan Filosofi Sepak Bola Indonesia atau Filanesia, sebuah filosofi yang akan menjadi fondasi dan karakter sepak bola Indonesia, baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim. 

Pada tahun 2019 ini, PSSI akan mengadakan Filanesia On The Road ke berbagai wilayah di Indonesia. Filanesia akan diajarkan ke anak-anak melalui mobil perpustakaan keliling khusus untuk pembelajaran sepak bola.

Guna mendukung program tersebut, produsen sampo Clear telah menyumbangkan 10.000 bola plastik yang nantinya akan digunakan selama kegiatan Filanesia On The Road.

Baca juga: Tanpa ASEAN, PSSI Ingin Gandeng Australia Helat Piala Dunia 2034

"Apa yang didapat Jepang hari ini adalah visi 10-20 tahun lalu. Vietnam punya visi dari 10 tahun lalu untuk dapat hari ini," kata Deputi Sekjen PSSI, Marsal Irwan Masita di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Kita ingin target World Cup 2034, kita inginnya 2030. Apakah kita bisa berharap untuk 2022, kita tentu berharap," lanjutnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SEA Games Hanoi 2021 Dapat Mitra Utama

SEA Games Hanoi 2021 Dapat Mitra Utama

Sports
Persib Vs Persikabo, Maung Bandung Fokus Asah Sistem Penyerangan

Persib Vs Persikabo, Maung Bandung Fokus Asah Sistem Penyerangan

Liga Indonesia
Ajang Berkuda Arkav Cup 2022 Memecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Ajang Berkuda Arkav Cup 2022 Memecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Liga Indonesia
Legenda Brasil Sebut Casemiro Gelandang Bertahan Terbaik di Dunia

Legenda Brasil Sebut Casemiro Gelandang Bertahan Terbaik di Dunia

Liga Spanyol
Ada “Murid Jahat” Mourinho di Balik Kejutan Gambia di Piala Afrika

Ada “Murid Jahat” Mourinho di Balik Kejutan Gambia di Piala Afrika

Internasional
Ini Fokus Pertama dan Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Ini Fokus Pertama dan Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Sports
Bintang Blasteran Thailand Akan Susul Chanathip Songkrasin ke Liga Jepang

Bintang Blasteran Thailand Akan Susul Chanathip Songkrasin ke Liga Jepang

Liga Lain
Piala Afrika 2021, Korban Tewas Akibat Kerusuhan di Stadion Bertambah

Piala Afrika 2021, Korban Tewas Akibat Kerusuhan di Stadion Bertambah

Internasional
Bonucci: Premier League Punya Ritme Lebih Tinggi Dibandingkan Serie A

Bonucci: Premier League Punya Ritme Lebih Tinggi Dibandingkan Serie A

Liga Italia
Diskriminasi di Piala Afrika, Hingga Muncul Anggapan Sadio Mane Tak Mungkin Cuci Celana Dalam Sendiri

Diskriminasi di Piala Afrika, Hingga Muncul Anggapan Sadio Mane Tak Mungkin Cuci Celana Dalam Sendiri

Internasional
Tujuan Khusus Malaysia Percayakan Wajah Baru Jelang Piala AFF U23 2022

Tujuan Khusus Malaysia Percayakan Wajah Baru Jelang Piala AFF U23 2022

Liga Indonesia
Ini 3 Fokus Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Ini 3 Fokus Utama Pengembangan Atletik di Indonesia

Sports
Hingga Akhir Januari, Liga 1 Dipastikan Masih Tidak Boleh Dihadiri Penonton di Stadion

Hingga Akhir Januari, Liga 1 Dipastikan Masih Tidak Boleh Dihadiri Penonton di Stadion

Liga Indonesia
Jadwal Timnas Indonesia Vs Timor Leste, 2 Laga di FIFA Matchday

Jadwal Timnas Indonesia Vs Timor Leste, 2 Laga di FIFA Matchday

Liga Indonesia
Kisah Karier Beto Goncalves, Tak Pernah Menyerah Saat Beberapa Kali Gagal di Brasil

Kisah Karier Beto Goncalves, Tak Pernah Menyerah Saat Beberapa Kali Gagal di Brasil

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.