Aaron Wan-Bissaka dan Sejarah Man United Beli Mahal Bek Lokal

Kompas.com - 27/06/2019, 07:41 WIB
Jonathan Bamba dibayang-bayangi Aaron Wan-Bissaka pada Piala Eropa U-21 di Cesena, 18 Juni 2019. MIGUEL MEDINAJonathan Bamba dibayang-bayangi Aaron Wan-Bissaka pada Piala Eropa U-21 di Cesena, 18 Juni 2019.

KOMPAS.com - Manchester United selangkah lagi memastikan tanda tangan bek muda Crystal Palace, Aaron Wan-Bissaka.

Pada Rabu (26/6/2019), Manchester United dan Crystal Palace menyetujui paket harga senilai 45 juta pounds yang bisa naik menjadi 50 juta pounds dengan bonus.

Manchester United juga melakukan manuver saat menegosiasikan mahar Wan-Bissaka. Setan Merah mempertahankan klausal penjualan kembali Wilfried Zaha sebesar 25 persen, sesuatu yang Crystal Palace ingin hilangkan dalam negosiasi ini.

Baca Juga: Katakan di Barcelona Hanya Sial, Valentino Rossi Akan Serang Assen dan Sachsenring

Wilfried Zaha dikabarkan tengah melirik klub Liga Champions dan tampak akan meninggalkan Palace pada musim panas ini.

Manchester Evening News (MEN) melaporkan bahwa Man United menceploskan uang setara Rp 895 miliar itu untuk sang bek berusia 21 tahun ketimbang mencari bek tengah karena melihat stok pemain bek kanan.

Setan Merah akan melepas pemain veteran Antonio Valencia sementara Ashley Young sudah berusia 33 tahun dan kerap mendapat cemoohan ketika bermain.

Sumber di dalam Manchester United mengatakan kepada MEN bahwa Ole Gunnar Solskjaer menginginkan seorang bek sayap yang bisa memberikan energi ke permainan Setan Merah.

Baca Juga: Jack Miller Bicara Masa Depan Jika Tak Dapat Tempat di Tim Pabrikan Ducati

Harga premium yang dibayarkan Manchester United bisa jadi dipicu oleh beberapa hal.

Pertama, fakta bahwa harga bek sayap kini mengalami inflasi seiring makin krusialnya peran mereka di skema sepak bola post Pep Guardiola. 

Sebagai ilustrasi, FC Bayern Muenchen memecahkan rekor dunia untuk seorang full back saat membeli bek Atletico Madrid, Lucas Hernandez, seharga 69 juta pounds pada awal tahun ini.

Manchester City juga menceploskan 54 juta pounds kala merekrut Kyle Walker dari Tottenham Hotspur pada musim panas 2017.

Kedua, klub-klub Liga Inggris kini memasang harga premium untuk pemain binaan akademi seiring dengan kebutuhan memainkan Home Grown Player/pemain lokal setelah Inggris Raya secara resmi keluar dari Uni Eropa (Brexit).

Tenggat waktu Brexit diundur dari 29 Maret 2019 menjadi 31 Oktober 2019 dengan klub-klub Liga Inggris harus mematuhi peraturan imigrasi baru pada Januari 2021.

Baca Juga: Jelang MotoGP Belanda - Kisah 157 Kali Overtaking di Sirkuit Assen 2018

Ketiga, klub-klub penjual kini menyadari bahwa Manchester United menjadi rapuh perihal kebutuhan di beberapa posisi kunci sehingga bisa meminta harga premium dari Setan Merah, salah satu klub terkaya di dunia.

Pada usia 21 tahun, Aaron Wan-Bissaka hanya akan menjadi dua tahun lebih muda ketimbang Rio Ferdinand saat pertama dibeli Manchester United dari Leeds United pada musim panas 2002.

Ferdinand sempat memegang rekor sebagai pemain Inggris Raya termahal Manchester United. Sang bek tangguh didatangkan dengan mahar 30 juta pounds, suatu rekor yang ia pertahankan selama 12 tahun sebelum kedatangan Luke Shaw pada 2014.

Ketika itu, Rio Ferdinand datang pada fase spending besar oleh Manchester United.

Transfer Ferdinand menjadi kali ketiga Manchester United memecahkan rekor transfer Inggris Raya dalam 13 bulan, setelah memboyong Ruud van Nistelrooy seharga 19 juta pounds dan Juan Sebastian Veron senilai 28 juta pounds.

Reaksi Rio Ferdinand saat Manchester United melawan Sevilla dalam laga persahabatan di Old Trafford, Jumat atau Sabtu (10/8/2013). Pertandingan ini sekaligus laga testimonial bagi Ferdinand atas pengabdiannya selama sebelas tahun membela Setan Merah. AFP PHOTO / ANDREW YATES Reaksi Rio Ferdinand saat Manchester United melawan Sevilla dalam laga persahabatan di Old Trafford, Jumat atau Sabtu (10/8/2013). Pertandingan ini sekaligus laga testimonial bagi Ferdinand atas pengabdiannya selama sebelas tahun membela Setan Merah.

"Ketika mengidentifikasi seorang pemain dengan potensial yang begitu hebat, Anda berpikir bagaimana cara terbaik untuk mendatangkan dia. Kami tahu jalannya tak mudah tetapi akhirnya kami berhasil," ujar Sir Alex ketika itu.

"Ia akan menjadi pemain fantastis. Para petinggi klub menginginkan ia datang sebesar saya. Talentanya sudah jelas dan semua pihak ingin ia datang ke Manchester United," lanjut Sir Alex.

Rio Ferdinand akhirnya menghabiskan 12 tahun bersama kubu Old Trafford, menjuarai antara lain enam gelar Premier League dan Liga Champions 2007-2008.

Sementara itu, karier Luke Shaw di Manchester United tak berjalan secerah yang ia harapkan.

Manchester United mengeluarkan 30 juta pounds untuk meminang Shaw, yang masih berusia 18 tahun, dari Southampton.

Banderol itu menjadikan Shaw sebagai remaja termahal di sepak bola dunia sebelum dipecahkan oleh Raheem Sterling kala pindah dari Liverpool ke Manchester City.

Baca juga: De Ligt, Buffon, Rabiot, Pogba Mendekat, Juventus Guncang Italia

Sebelum pindah ke Manchester United, Shaw telah melakoni debut pada Piala Dunia 2014 bersama Timnas Inggris dan juga masuk ke Tim Terbaik Liga Inggris ketika bermain impresif sepanjang 2013-2014.

Karier Luke Shaw dimulai dengan sembilan cedera terpisah dan juga kritik keras dari pelatih Louis van Gaal.

Akan tetapi, ia memukau pada awal 2015-2016 sebelum menderita cedera patah kaki di dua titik ketika bermain kontra PSV Eindhoven pada laga pertama Manchester United dalam Liga Champions musim itu.

Luke Shaw membalas aplaus penonton di Stadion Old Trafford seusai laga Liga Champions antara Manchester United dan CSKA Moskva, 5 Desember 2017.AFP/OLI SCARFF Luke Shaw membalas aplaus penonton di Stadion Old Trafford seusai laga Liga Champions antara Manchester United dan CSKA Moskva, 5 Desember 2017.

Cedera itu begitu parah sehingga Shaw mengungkapkan bahwa ia hampir diamputasi ketika gumpalan darah terdeteksi di bagian cederanya.

Ia berterima kasih kepada tim dokter yang mencegah hal itu terjadi dengan merawatnya di Belanda ketimbang langsung menerbangkan sang pemain ke Manchester.

Setelah itu, karier Luke Shaw di Manchester United mungkin belum mencapai ketinggian yang begitu diharapkan darinya ketika pertama datang.

Kini, giliran Aaron Wan-Bissaka yang akan menorehkan kisahnya sendiri di Manchester United. Bisakah ia mencapai ketinggian seperti Rio Ferdinand?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X