Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Tak Cuma soal Stadion

Kompas.com - 26/06/2019, 17:22 WIB
Tampak luar Stadion Luzhniki, tempat pembukaan Piala Dunia 2018. Foto diambil pada 9 Juni 2018. BOLASPORT.com/FIRZIE IDRISTampak luar Stadion Luzhniki, tempat pembukaan Piala Dunia 2018. Foto diambil pada 9 Juni 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyediakan sejumlah stadion berstandar FIFA memang jadi syarat mutlak dalam upaya menjadi tuan rumah Piala Dunia. Namun hal itu bukan satu-satunya syarat. 

Sebagai informasi, Indonesia tengah berencana mengajukan diri ikut dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2034

Selaku induk sepak bola di Tanah Air, PSSI punya rencana agar Indonesia maju bersama Australia.

Namun dalam perkembangan terbaru, organisasi regional negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, maju dengan melibatkan 10 negara anggotanya.

Baca juga: AFF Dukung ASEAN Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menyatakan bahwa FIFA mengharuskan calon tuan rumah Piala Dunia sudah punya pengalaman menggelar turnamen internasional resmi.

Hal itulah yang menjadi latar belakang PSSI ikut dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Tisha menyatakan rencana PSSI ini sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Indonesia dan AFF.

"Jadi sebelum kita sampai ke sana, ada dulu yang harus kita lewati, yaitu Piala Dunia 2021 U-20. Kita akan coba bidding, prosesnya sedang dilakukan," kata Tisha saat ditemui di kawasan SUGBK, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Terkait keinginan ASEAN maju dengan melibatkan 10 negara, Tisha menyatakan usulan tersebut akan dibahas dalam rapat AFF pada Agustus mendatang.

Baca juga: Jokowi Restui Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Menurut Tisha, dari pembahasan di AFF akan diketahui memungkinankan atau tidaknya maju dalam pencalonan yang melibatkan lebih dari tiga negara.

Tapi yang pasti, ia menyatakan baik PSSI maupun AFF menyambut baik usulan dari ASEAN tersebut.

"Saat ini joint bid maksimum tiga negara karena masalah penerbangan. FIFA konsen tidak hanya area stadion, tapi harus ada akses, tidak boleh jauh. Ada ukuran berapa kilometer, penerbangan paling lama berapa jam," ujar Tisha.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X