Gary Neville Ingin Ole Bersihkan Suasana Ruang Ganti Man United

Kompas.com - 23/06/2019, 20:00 WIB
Pelatih Valencia, Gary Neville, berhasil meraih kemenangan perdananya di La Liga usai timnya menang 2-1 atas Espanyol di Stadion Mestalla, Sabtu (13/2/2016) waktu setempat. JOSE JORDAN / AFPPelatih Valencia, Gary Neville, berhasil meraih kemenangan perdananya di La Liga usai timnya menang 2-1 atas Espanyol di Stadion Mestalla, Sabtu (13/2/2016) waktu setempat.

KOMPAS.com - Mantan bek sayap Manchester United, Gary Neville, berkomentar tentang penampilan mantan timnya sepanjang musim 2018-2019.

Pria yang sekarang menjadi komentator sepak bola itu mengatakan bahwa pelatih Man United, Ole Gunnar Solksjaer, harus berani mengubah suasana ganti timnya jika ingin sukses mengarungi kompetisi musim depan.

Gary Neville kecewa dengan performa buruk Man United seusai menyelesaikan musim 2018-2019 dengan raihan nirgelar dan finis di posisi keenam Liga Inggris.

Baca juga: Diminati Man United, Aubameyang Pilih Setia bersama Arsenal

Hal tersebut menjadikan klub yang bermarkas di Old Trafford itu gagal meraih trofi selama dua musim beruntun.

Gary yakin bahwa kurangnya kepemimpinan di ruang ganti Man United sebagai penyebabnya.

"Ketika saya bermain, ada tiga kelompok dalam tim. Para pengawal, kelompok tengah, dan kelompok pemain muda. Saat saya bermain di tim utama pertama kali, ada pemain macam Paul Ince dan Roy Keane sebagai pengawal," ujarnya, seperti dikutip dari Goal.

Baca juga: Hormati Fans, Lukaku Enggan Ajukan Permintaan Transfer ke Man United

"Man United tidak punya pengawal sekarang. Sama sekali tidak punya. Ada beberapa pemain profesional, seperti Juan Mata dan Ander Herrera. Namun, saya tidak berpikir mereka membawa pengaruh dominan di ruang ganti," kata Gary melanjutkan.

Ia menambahkan, Solksjaer harus berani membersihkan pemain yang dianggap tidak berpengaruh di ruang ganti Man United.

"Dalam urusan apa pun, di tim sepak bola mana pun, pengawal di ruang ganti adalah orang-orang yang mempunyai pengaruh. Jika tidak punya pengawal, maka Anda memiliki masalah besar dan harus membersihkannya," ucapnya.

Masih menurut Gary, Solksjaer harus meniru pelatih Tottenham Hotspurs, Mauricio Pochettino, yang mampu membawa timnya lolos ke final Liga Champions 2019 meski tidak membeli pemain satu pun sepanjang musim 2018-2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber GOAL
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X