5 Fakta Piala Afrika 2019, Turnamen yang Dulunya Dikeluhkan Klub Eropa

Kompas.com - 21/06/2019, 08:00 WIB
Kapten Pantai Gading, Yaya Toure, mengangkat trofi Piala Afrika 2015. AFP PHOTO / KHALED DESOUKI Kapten Pantai Gading, Yaya Toure, mengangkat trofi Piala Afrika 2015.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Piala Afrika 2019 akan resmi dimulai pada Jumat (21/6/2019) hari ini.

Berlangsung di Mesir, Piala Afrika akan diikuti 24 tim yang terbagi menjadi enam grup.

Piala Afrika 2019 akan berlangsung hingga 19 Juli mendatang.

Kompas.com merangkum 5 fakta terkait turnamen yang dulunya kerap dikeluhkan tim-tim Eropa ini. Berikut fakta tersebut:


1. Dipindah ke pertengahan tahun

Berbeda dari turnamen sebelumnya, Piala Afrika 2019 dihelat pada pertengahan tahun.

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memutuskan untuk memindahkannya dari jadwal yang biasa diadakan pada Januari dan Februari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadwal lama kerap dikeluhkan klub-klub Eropa karena bertabrakan dengan masih berlangsungnya kompetisi.


2. Kamerun gagal jadi tuan rumah

Piala Afrika 2019 pada awalnya akan dihelat di Kamerun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X