Jokdri: Saya Hanya Perintahkan untuk Mengambil Barang Pribadi

Kompas.com - 20/06/2019, 21:46 WIB
Mantan Plt Ketua Umum PSSI hadiri pemeriksaan keempatnya sebagai tersangka di Mapolda Metro Jaya rabu (6/3/2019) KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIMantan Plt Ketua Umum PSSI hadiri pemeriksaan keempatnya sebagai tersangka di Mapolda Metro Jaya rabu (6/3/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, kembali menjalani sidang pada Kamis (20/6/2019). Jokdri merupkan terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti.

Dalam sidang  yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Kartim Haeruddin SH, MH, Jokdri menjelaskan bahwa kehadiran Satgas Anti Mafia Bola ke kantor Liga Indonesia di kawasan Rasuna Kuningan adalah dalam rangka melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait perkara tindak pidana pengaturan skor yang dilaporkan manajer Persiba Banjarnegara, Lasmi, ke kepolisian.

“Karena saya pribadi selaku Plt. Ketua Umum PSSI, juga dimintai keterangan oleh Satgas tentang struktur dan kinerja organisasi di PSSI. Hal tersebut terkait salah satu anggota Komisi Disiplin saudara Dwi Irianto dan anggota Komite Eksekutif PSSI saudara Johar Lin Eng, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara Persibara Banjarnegara,” kata Jokdri dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis malam.

Begitu mendengar informasi melalui pesan teks Whatsapp dari Direktur Persija Jakarta yang juga salah satu direksi di Liga Indonesia Kokoh Afiat, Jokdri spontan membalas melalui pesan WA bahwa itu terkait Komdis PSSI.

“Saya pun meminta Pak Kokoh untuk datang ke kantor Liga Indonesia agar melayani Satgas dengan sebaik-baiknya. Tetapi kemudian saya tidak mengetahui apakah Pak Kokoh datang ke Liga atau tidak. Setelah itu komunikasi terputus, sementara saya sedang berada di Abu Dhabi dalam acara AFC,” tuturnya.

Baca juga: Tangis Joko Driyono Pecah Saat Diperiksa dalam Persidangan

Dalam kesempatan itu, Jokdri mengungkapkan dua alasan memerintahkan sopir pribadinya, Muhammad Mardani Morgot atau Dani, untuk memasuki ruangannya guna mengambil barang pribadi milik terdakwa.

Dengan informasi yang terbatas, Jokdri mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa yang diberi garis polisi adalah pintu Liga Indonesia.

"Yang ada di benak saya adalah pintu ruangan administrasi Komdis dan ruang rapat. Mengingat saat penggeledahan terhadap ruangan Komite Wasit PSSI yang berkantor di salah satu ruangan di kantor Gelora Trisula Dewata di Menara Rajawali, yang disegel hanya ruangan yang ditempati Komite Wasit,"

"Begitu pula di dalam benak saya terhadap kedatangan Satgas ke kantor Liga Indonesia. Di situ terdapat 11 ruangan dengan tiga institusi yang aktif berkantor, yakni Persija Jakarta, kantor EO Football dan ruangan Komdis PSSI,” paparnya.

Alasan kedua, lanjut Jokdri, dirinya meminta kepada Dani agar jangan sentuh apa pun di ruangan Komdis PSSI.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X