Jelang Argentina Vs Paraguay, Falcao Angkat Bicara soal Tekanan Messi

Kompas.com - 19/06/2019, 16:41 WIB
Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, melambai kepada para suporter seusai laga fase grup Piala Dunia 2018 kontra Nigeria di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg, 26 Juni 2018. HERKA YANIS PANGARIBOWO/TABLOID BOLAKapten timnas Argentina, Lionel Messi, melambai kepada para suporter seusai laga fase grup Piala Dunia 2018 kontra Nigeria di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg, 26 Juni 2018.

KOMPAS.com - Argentina harus berhadapan dengan Paraguay pada pertandingan kedua di Copa America 2019.

Jelang pertandingan yang digelar di Stadion Governador Magalhaes Pinto, Kamis (20/6/2019) pagi WIB itu, Lionel Messi dkk harus bekerja keras untuk meraih kemenangan.

Sebab, pada laga pertama, Argentina dipaksa tumbang dari Kolombia dengan skor 0-2 dan membuat mereka sekarang berada di posisi juru kunci Grup B dengan raihan nirpoin.

Baca juga: Copa America 2019, Messi Yakin Timnas Argentina Masih Bisa Lolos

Tak pelak, hasil tersebut membuat tim asuhan Lionel Scaloni itu mendapatkan beberapa kritikan tajam. Salah satu kritikan tersebut datang dari legenda timnas Argentina, Diego Armando Maradona.

“Pada akhirnya Anda akan menyadari, bahkan Tonga bisa mengalahkan Argentina,” sindir Maradona.

Seperti yang dilansir dari Fox Sports, Tonga adalah negara antah berantah yang berada di tengah-tengah lautan samudra pasifik yang luas.

Menjelang laga versus Paraguay, Argentina, khususnya Lionel Messi, mendapat dukungan dari striker Kolombia, Radamel Falcao.

Baca juga: Hasil Copa America 2019, Argentina Vs Kolombia, Awal Buruk Messi dkk

“Jika Messi mencetak gol, orang-orang meminta dua gol lebih darinya. Jika dia mencetak gol tendangan bebas, mereka akan mengatakan tembok (pagar pemain) itu tidak dipasang dengan benar. Jika Argentina kalah, itu akan dibicarakan seolah itu salahnya,” ujar Falcao, dilansir dari Goal.

“Itulah harga yang Anda bayar untuk menjadi pemain terbaik di dunia,” lanjut mantan pemain Atletico Madrid itu.

Messi tak luput mendapat kritikan karena tak mampu membawa timnas Argentina berprestasi. Padahal, di level klub, kolektor Ballon D'or lima kali itu sanggup membawa Barcelona menjuarai Liga Spanyol, Copa del Rey, Liga Champions, hingga Piala Dunia antar klub.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber GOAL
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X