Kompas.com - 15/06/2019, 14:12 WIB
Pemain Brasil Philippe Coutinho (kanan, putih dan biru) berselebrasi setelah mencetak gol saat melawan Bolivia dalam pertandingan grup turnamen sepak bola Copa America di Stadion Cicero Pompeu de Toledo, Sao Paulo, Brasil, pada 14 Juni 2019. MIGUEL SCHINCARIOL/AFPPemain Brasil Philippe Coutinho (kanan, putih dan biru) berselebrasi setelah mencetak gol saat melawan Bolivia dalam pertandingan grup turnamen sepak bola Copa America di Stadion Cicero Pompeu de Toledo, Sao Paulo, Brasil, pada 14 Juni 2019.
|

KOMPAS.com - Brasil berhasil mengalahkan Bolivia dengan skor 3-0 pada laga pembuka Copa America 2019 Brasil di Stadion Morumbi, Sao Paulo, Brasil, Jumat (14/6/2019) atau Sabtu pagi WIB.

Tiga gol kemenangan dicetak Coutinho masing-masing pada menit ke-50 (penalti), menit ke-53, dan Everton (80').

Di balik kemenangan tersebut, Brasil menuai perhatian lain karena seragam yang mereka kenakan. Pasukan Tite mengenakan kaus putih untuk pertama kalinya. Brasil mengenakan kaus dengan warna tersebut di pertandingan kompetitif setelah hampir 70 tahun.

Brasil dengan sengaja menghindari mengenakan kaus putih di laga kompetitif sejak 1957. Bagi Brasil, warna tersebut identik dengan kegagalan.

Brasil mengenakan kaus warna putih ketika mereka kalah dari Uruguay pada pertandingan final Piala Dunia 1950, yang dimainkan di kandang sendiri. Selain itu, mereka juga dikalahkan Paraguay pada final Kejuaraan Amerika Selatan 1953, kompetisi pendahulu Copa America.

Baca juga: Brasil Vs Bolivia, Coutinho Gemilang di Laga Pembuka Copa America 2019

Catatan-catatan buruk tersebut membuat pengurus Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengadakan kontes desain baru kaus timnas. Dari sana lahirlah warna kuning yang menjadi warna kebesaran mereka sampai sekarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak mengenakan kuning sebagai warna kaus utama, Brasil telah lima kali menjuarai Piala Dunia. Koleksi Piala Dunia terbanyak yang belum dapat disamai negara-negara lain.

CBF mengatakan mereka memilih untuk kembali mengenakan kaus warna putih sebagai penghormatan kepada tim Brasil 1919 yang untuk pertama kalinya menjadi kampiun Kejuaraan Amerika Selatan.

Langkah ini mungkin berisiko di negara yang sangat percaya takhayul seperti Brasil. Meski demikian ada satu fakta sejarah yang menguntungkan Brasil, yakni negara ini telah empat kali menjadi tuan rumah Copa America. Hasilnya, mereka selalu mampu menjadi juara terlepas dari kaus warna apapun yang mereka pakai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.