Perihal Bek Tengah, Manchester United Menjadi Rapuh di Bursa Transfer

Kompas.com - 14/06/2019, 15:31 WIB
Bek Inggris, Harry Maguire (kiri), memperebutkan bola dengan penyerang Swedia, Marcus Berg, dalam partai perempat final Piala Dunia 2018 di Samara Arena, 7 Juli 2018.
HERKA YANIS PANGARIBOWO/TABLOID BOLA Bek Inggris, Harry Maguire (kiri), memperebutkan bola dengan penyerang Swedia, Marcus Berg, dalam partai perempat final Piala Dunia 2018 di Samara Arena, 7 Juli 2018.

KOMPAS.com - Manchester United menghabiskan paling sedikit uang di bursa transfer untuk membeli bek tengah ketimbang para rival sejak awal musim 2015-2016.

Selama empat musim terakhir, perhatian Manchester United di bursa transfer tampak lebih terfokus ke sektor lain di dalam tim.

Manchester United memecahkan rekor transfer dunia kala memboyong Paul Pogba dari Juventus senilai 95 juta pounds pada musim panas 2016.

Sebelum dan sesudah pembelian Pogba, Manchester United menghamburkan uang 54 juta pounds demi mendatangkan Anthony Martial dan 76 juta pounds kala merekrut Romelu Lukaku dari Everton.

Baca Juga: 2019 Menjadi Tahun Comeback Bagi 3 Ganda Putra Senior Ini

Sementara Man United jor-joran di tengah dan depan, Manchester City menjadikan lini belakang sebagai salah satu prioritas mereka di bursa transfer.

Berturut-turut sejak 2015-2016, Man City mendatangkan Nicolas Otamendi (40 juta pounds dari Valencia), John Stones (50 juta pounds dari Everton), dan Aymeric Laporte (58,5 juta pounds dari Athletic Bilbao).

Stones dan Laporte menjadi pembelian-pembelian termahal klub dalam dua jendela bursa transfer terakhir.

Liverpool membelanjakan 76 juta pounds demi merekrut Virgil van Dijk dan kehadirannya langsung memperkokoh lini belalang The Reds.

Pada rentang waktu sama, Man United hanya mendatangkan dua bek tengah yakni Eric Bailly (35 juta pounds dari Villarreal) dan Victor Lindelof (31,5 juta pounds dari Benfica).

Benar, bahwa pertahanan adalah salah satu aspek terkuat Manchester United, setidaknya hingga musim lalu.

Baca Juga: Usai Menangi Gelar Back-to-back, Jonatan Christie Lebih Percaya Diri

Man United kebobolan 28 gol saat mereka finish peringkat kedua pada 2017-2018. Jumlah itu hanya satu lebih buruk dari Man City sang juara.

Musim sebelumnya, gawang David De Gea hanya kemasukan 29 gol kendati Man United finish peringkat keenam.

Halaman:



Close Ads X