Pirlo Tak Suka Penampilan Origi pada Final Liga Champions

Kompas.com - 03/06/2019, 18:46 WIB
Divock Origi merayakan golnya pada laga Tottenham Hotspur vs Liverpool dalam final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, 1 Juni 2019. AFP/JAVIER SORIANO Divock Origi merayakan golnya pada laga Tottenham Hotspur vs Liverpool dalam final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, 1 Juni 2019.

KOMPAS.com - Liverpool berhasil menjuarai Liga Champions sebanyak enam kali sepanjang sejarah klub. Terbaru, mereka mengandaskan Tottenham Hotspurs dalam partai puncak yang dihelat di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Divock Origi yang masuk pada babak kedua ikut menjadi penentu kemenangan Liverpool, setelah satu golnya pada menit ke-87 membawa The Reds, julukan Liverpool, menang dua gol tanpa balas.

Meski jarang mendapat kesempatan bermain musim ini, Origi telah membuktikan bahwa ia sanggup menjadi pemain penting bagi timnya.

Baca juga: Final Liga Champions, Pochettino Tidak Menyesal Mainkan Kane

Kali terakhir, penyerang asal Belgia itu ikut mengantarkan Liverpool lolos ke final berkat dua golnya ke gawang Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions.

Meski begitu, Origi tetap mendapat kritik atas penampilannya dalam laga puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut. Mantan pemain AC Milan dan Juventus, Andrea Pirlo, termasuk yang menyorotinya.

Pirlo sama sekali tidak terkesan dengan kinerja Origi, terlepas dari kontribusinya memenangkan pertandingan.

"Origi? Dia masuk ke lapangan dengan buruk. Jika dia tidak mencetak gol, dia akan dipukuli. Sikapnya bukan sikap final Liga Champions, saya benar-benar tidak menyukainya," kata Pirlo, seperti dilansir Goal dari Sky Italia.

Selain berkomentar tentang Origi, mantan pivot timnas Italia itu juga mengkritik performa Tottenham, khususnya Dele Alli dan Christian Eriksen.

Baca juga: Usai Final Liga Champions, Pochettino Bicara Masa Depannya

Bagi Pirlo, keduanya tidak membawa dampak apa-apa terhadap permainan skuad asuhan Mauricio Pochettino itu.

"Tottenham tidak memiliki kepribadian, orang-orang seperti Alli dan Eriksen adalah seseorang yang tidak menginginkan bola," tambahnya.

Namun, sebagai pengecualian, Pirlo mengapresiasi pendukung Liverpool karena telah mendukung klub kebanggaan mereka sepanjang 90 menit.

"Pertandingan dimenangkan oleh suporter (Liverpool), mereka yang membuat perbedaan," tutupnya.




Close Ads X