Lawan Yordania, Simon Ingin Ubah Mentalitas Timnas

Kompas.com - 03/06/2019, 12:31 WIB
Simon McMenemy saat melakukan konferensi pers, Selasa (16/4/2019) PSSISimon McMenemy saat melakukan konferensi pers, Selasa (16/4/2019)
|

KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Simon McMenemy, menyatakan timnya tak ingin menelan kekalahan saat melawan Yordania untuk pertandingan persahabatan FIFA pada Selasa (11/6/2019).

"Saya melihat Indonesia kerap memaklumi jika timnas kalah di kandang lawan, yang penting menang di markas sendiri. Saya mau ganti mentalitas itu," kata Simon seperti dikutip dari Antara, Senin (3/6/2019).

Simon menyatakan anak asuhnya akan memberikan perlawanan sengit untuk Yordania. Indonesia selalu kalah ketika menghadapi Yordania.

Dalam catatan resmi FIFA, Indonesia sudah tiga kali berjumpa Yordania dan ketiganya berakhir dengan kekalahan untuk skuat Garuda. Semua laga tersebut berlabel persahabatan dan berlangsung di Amman, Yordania.

Pada pertemuan pertama pada 2004, Indonesia kalah dengan skor 1-2, kemudian pada 2011 menyerah dengan skor 0-1 dan terakhir pada 2013 kalah telak 0-5.

Simon tidak ambil pusing dengan fakta tersebut. Bagi pelatih asal Skotlandia tersebut adalah bagaimana performa timnya ketika bertanding dan menyelesaikan laga.

Baca juga: Alasan Simon McMenemy Panggil Beto Gabung Timnas Indonesia

"Kami ke Yordania tidak hendak mencari kalah atau menang. Kami ingin melihat sejauh apa persiapan kami untuk situasi seperti Kualifikasi Piala Dunia 2022 nanti," tutur Simon.

Dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 sekaligus Piala Asia 2023 yang berlangsung mulai September 2019, Indonesia akan menjalani laga kandang dan tandang.

Itulah mengapa empat hari setelah melawan Yordania (peringkat 97 FIFA), Indonesia yang berposisi 159 FIFA akan bersua Vanuatu (166 FIFA) di Jakarta pada 15 Juni.

"Kami ingin menyaksikan apakah mental anak-anak siap menghadapi Yordania yang peringkat FIFA-nya jauh dari Indonesia, lalu kemudian kami kembali ke Indonesia untuk menghadapi Vanuatu yang peringkatnya lebih rendah," tutur Simon.

Sementara terkait yang paling diwaspadai dari pertandingan di Yordania, menurut Simon, justru kelelahan para pemainnya selepas menempuh perjalanan jauh.

"Itu sebenarnya yang sulit. Namun kami harus membiasakan diri karena ini seperti simulasi kualifikasi Piala Dunia 2022. Kami akan banyak melewati laga seperti itu," kata Simon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X