Final Liga Champions, Waspada Nasib Kane Sama dengan Diego Costa 2014

Kompas.com - 01/06/2019, 08:00 WIB
Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, ditekel gelandanng Manchester City, Fabian Delph, sebelum meninggalkan lapangan karena cedera pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Tottenham Hotspur, 10 April 2019. Ian KINGTON / IKIMAGES / AFPStriker Tottenham Hotspur, Harry Kane, ditekel gelandanng Manchester City, Fabian Delph, sebelum meninggalkan lapangan karena cedera pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Tottenham Hotspur, 10 April 2019.

KOMPAS.com - Salah satu kabar yang ditunggu-tunggu para fans Tottenham menjelang laga final Liga Champions, Minggu (2/5/2019) dini hari WIB, adalah kesiapan bomber andalan mereka, Harry Kane.

Harry Kane (25 tahun) tengah dalam masa pemulihan cedera engkel. Ini menjadi cedera kelima yang diderita Harry Kane di sepanjang kariernya.

Dia terkena cedera engkel setelah mendapat tekel keras dari pemain Manchester City, Fabian Delph, pada laga perempat final Liga Champions, 9 April lalu.

Awal pekan ini, Harry Kane mengklaim bahwa ia siap turun kontra Liverpool pada lakon final Liga Champions setelah kembali latihan bersama tim, Minggu lalu.

"Sekarang tergantung sang manajer apakah ia menilai saya siap menjadi starter. Dari sudut pandang sendiri, saya merasa siap untuk berkompetisi di level tertinggi," tuturnya dalam wawancara dengan NOS.

Baca Juga: Mimpi Bintang Liverpool Ini Bisa Cetak Gol pada Final Liga Champions

Walau sang pemain merasa siap, ada preseden buruk ketika seorang striker tumpuan tim dipaksa turun lebih lebih cepat demi merumput di final Liga Champions.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini terjadi ke striker Atletico Madrid, Diego Costa, jelang final Liga Champions 2014.

Diego Costa menderita cedera hamstring pada laga terakhir Liga Spanyol kontra Barcelona hanya sepekan sebelum final Liga Champions melawan Real Madrid, sang tetangga mereka.

Hal ini kabar buruk bagi Atletico Madrid, mengingat Costa mencetak 8 gol di Liga Champions dalam perjalanan Atletico ke partai pamungkas.

Costa, yang didiagnosa menderita cedera hamstring tingkat satu, pun melawat ke Serbia untuk mengunjungi Marijana Kovacevic, spesialis penanganan cedera dengan menggunakan plasenta kuda.

Setelah kunjungan itu, ia cukup merasa fit untuk berlatih dengan tim utama Atletico sepanjang pekan sebelum pertandingan.

Namun, tak semua pihak yakin dengan pengobatan tersebut. Salah satu pihak yang khawatir dengan keputusan Costa adalah pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque.

Baca Juga: Klopp Sindir Guardiola yang Sudah Jarang Masuk Final Liga Champions

"Setiap cedera ada waktu pemulihan minimum. Normal bagi pemain untuk ingin merumput di final Liga Champions," tutur Del Bosque.

"Namun, ia tak bisa melawan tubuhnya sendiri. Timnya, Atletico, dan sang pemain yang seharusnya mempertimbangkan situasi dan konsekuensinya," tuturnya.

Perjudian itu pun gagal total.

Diego Costa hanya bertahan delapan menit pada laga final Liga Champions, memaksa Atletico Madrid memakai satu pergantian pemain krusial pada laga yang akhirnya berlanjut ke perpanjangan waktu tersebut.

Cedera Diego Costa mempunyai efek berkepanjangan ke Piala Dunia 2014. 

Striker yang mencetak 27 gol sepanjang 2013-2014 tersebut hanya menyumbang satu assist dari pertandingan-pertandingan kontra Belanda dan Cile.

Costa hanya bertahan satu jam pada kedua laga tersebut dan tak diturunkan pada laga terakhir grup kontra Australia.

Baca Juga: Usai Final Liga Champions, Dua Pemain Liverpool Ditunggu Kontrak baru

Perbedaan utama cedera Costa dan Kane ini memang terletak di masa pemulihan. Kane punya waktu hingga tiga pekan untuk memulihkan diri, sedangkan Costa tak sampai tujuh hari.

"Jeda tiga pekan ini tentu sangat membantu. Saya bisa menyusun rencara untuk siap sebelum laga ini," tutur Kane di BT Sport.

Kendati demikian, pelatih pemenang Liga Champions 2005 bersama Liverpool, Rafael Benitez, mengutarakan kehadiran Kane berpotensi mempunyai dampak negatif ke keseimbangan tim yang telah berkutat tanpanya selama tiga pekan terakhir.

Hanya, Benitez juga menyadari kalau Kane pasti bulat ingin memperkuat Tottenham, tim yang ia perkuat sejak kecil, di partai terbesar sepanjang sejarah klubnya.

Keputusan kini terletak di pundak Mauricio Pochettino sebagai pelatih Spurs.

Ada risiko Pochettino bakal membuang satu pergantian kalau Kane diturunkan dari awal dan cedera. Namun, sang pelatih bisa jadi membuang dua pergantian jika Kane turun pada babak kedua dan cedera.

Beruntung, sekarang Pochettino bisa melakukan pergantian pemain keempat apabila laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

"Jawaban ada di  Mauricio Pochettino, satu-satunya orang yang bisa mengambil keputusan itu adalah sang pelatih. Ia melihat sendiri Kane di lapangan latihan. Ia juga harus berbicara dengan Kane - sang pemain pasti ingin turun- dan berdiskusi dengan staff pelatih," tutur Rafa, yang sekarang menukangi Newcastle United.

"Ini keputusan besar. Mereka bermain sangat bagus sampai sekarang, lini depan Spurs sangat dinamis. Mengubah itu dan memainkan pemain yang tidak fit adalah risiko," lanjut mantan bos Real Madrid.

Pochettino sendiri sudah mengindikasikan kalau ia akan mengambil keputusan terbaik bagi tim sebelum menentukan apakah Harry Kane bakal diturunkan atau tidak.

Akan tetapi, Pochettino juga mengindikasikan bahwa ia siap menurunkan Harry Kane pada laga di Wanda Metropolitano nanti.

"Tottenham tanpa Kane seperti Barcelona tanpa Messi," ujar sang pelatih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali Masuk Bursa Juara, Teco Ingin Tambah Amunisi di Jendela Transfer

Kembali Masuk Bursa Juara, Teco Ingin Tambah Amunisi di Jendela Transfer

Liga Indonesia
Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Big Match Man United Vs Arsenal

Jadwal Liga Inggris Malam Ini, Big Match Man United Vs Arsenal

Liga Inggris
Kata Kurniawan DY Soal Kans Indonesia Melawan Malaysia di Piala AFF 2020

Kata Kurniawan DY Soal Kans Indonesia Melawan Malaysia di Piala AFF 2020

Liga Indonesia
Mantan Pelatih Timnas U19 Angkat Suara Terkait Rumor dengan Persela

Mantan Pelatih Timnas U19 Angkat Suara Terkait Rumor dengan Persela

Liga Indonesia
Ilija Spasojevic: Jadi Andalan Luis Milla, Dipinggirkan Shin Tae-yong

Ilija Spasojevic: Jadi Andalan Luis Milla, Dipinggirkan Shin Tae-yong

Sports
Link Live Streaming BWF World Tour Finals 2021, Mulai Pukul 09.00 WIB

Link Live Streaming BWF World Tour Finals 2021, Mulai Pukul 09.00 WIB

Badminton
Berita Foto - Performa Apik Spasogol dengan Bali United di Liga 1 2021-2022

Berita Foto - Performa Apik Spasogol dengan Bali United di Liga 1 2021-2022

Liga Indonesia
Manajemen Persib Buka Suara Soal Rumor Kedatangan David da Silva

Manajemen Persib Buka Suara Soal Rumor Kedatangan David da Silva

Liga Indonesia
Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Laga Krusial Praveen/Melati-Pramudya/Yeremia

Jadwal Siaran Langsung BWF World Tour Finals, Laga Krusial Praveen/Melati-Pramudya/Yeremia

Badminton
5 Perbedaan Lari Jarak Pendek dengan Menengah

5 Perbedaan Lari Jarak Pendek dengan Menengah

Sports
Klasemen Liga Inggris: Tiga Besar Ketat, Kans Arsenal ke Zona Liga Champions

Klasemen Liga Inggris: Tiga Besar Ketat, Kans Arsenal ke Zona Liga Champions

Liga Inggris
Junior Messias, Datang Saat AC Milan Wajib Menang

Junior Messias, Datang Saat AC Milan Wajib Menang

Sports
Menerka Line Up Indonesia di Piala AFF 2020, Egy dan Elkan Baggott Dijamin Starter?

Menerka Line Up Indonesia di Piala AFF 2020, Egy dan Elkan Baggott Dijamin Starter?

Liga Indonesia
Hasil Lengkap dan Klasemen Liga Italia per Kamis 2 Desember

Hasil Lengkap dan Klasemen Liga Italia per Kamis 2 Desember

Liga Italia
Top Skor Liga Inggris: Mo Salah Buat Catatan Manis, Kokoh di Puncak

Top Skor Liga Inggris: Mo Salah Buat Catatan Manis, Kokoh di Puncak

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.