Pelatih Hormati Keputusan Mkhitaryan Absen pada Final Liga Europa

Kompas.com - 25/05/2019, 18:02 WIB
Gelandang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan (tengah), menggiring bola di bawah incaran tiga pemain Chelsea dalam laga pramusim International Champions Cup 2018 di Stadion Aviva, Dublin, Republik Irlandia, pada 1 Agustus 2018.AFP/PAUL FAITH Gelandang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan (tengah), menggiring bola di bawah incaran tiga pemain Chelsea dalam laga pramusim International Champions Cup 2018 di Stadion Aviva, Dublin, Republik Irlandia, pada 1 Agustus 2018.

KOMPAS.com - Gelandang Arsenal, Henrikh Mkhitaryan, dipastikan absen pada laga final Liga Europa kontra Chelsea, di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, 30 Mei 2019 mendatang.

Mkhitaryan terpaksa absen dalam laga penting tersebut karena alasan politik. Seperti diketahui, negara kebangsaan sang pemain, Armenia, sedang berkonflik dengan Azerbaijan.

Baca juga: Lionel Messi Belum Bisa Lupakan Kekalahan Tragis dari Liverpool

Kedua negara berperang memperebutkan kawasan Nagorno-Karabakh, salah satu daerah konflik di Azerbaijan yang saat ini masih dikuasai oleh etnis Armenia.

Nagorno-Karabakh hanya berjarak 270 km dari tempat diselenggarakannya final Liga Europa.

Akhirnya, demi alasan keselamatan, Mkhitaryan dan keluarganya terpaksa tidak bisa ikut ke Baku untuk mendukung langsung Arsenal pada final Liga Europa.

"Tentunya ini berita buruk, tetapi kami tidak bisa melakukan apapun untuk masalah ini. Keputusan ini sangat pribadi dan kami harus menghormatinya," ujar pelatih Arsenal, Unai Emery, yang dikutip dari situs resmi Arsenal, Sabtu (25/5/2019).

"Saya berbicara pagi ini dengan Mkhitaryan dan ini merupakan keputusan pribadi. Saya menghormatinya. Dia ingin bermain dan membantu kami, tetapi dia dan keluarga memutuskan untuk tidak ikut," ujarnya menambahkan.

Emery yang berasal dari Basque, Spanyol, sangat memahami persoalan Mkhitaryan. Pasalnya, tempat asal Emery pun pernah dirundung masalah politik besar.

Saya tidak bisa mendorong dia untuk ikut dengan kami. Sangat penting jika dia bersama kami membantu kami nanti, tetapi masalah ini bukan di tangan saya," ucap Emery.

"Saya menghargai keputusan dia secara 100 persen," tutur eks pelatih Sevilla tersebut.

Baca juga: Kalahkan Thailand, China Tembus Final Piala Sudirman 2019

Konflik antara Armenia dan Azerbaijan sudah terjadi sejak satu abad silam. Konflik kedua negara mencapai puncak ketika Nagorno-Karabakh (secara de jure merupakan bagian dari Azerbaijan) memutuskan merdeka pada 1991.

Nagorno-Karabakh memilih merdeka karena sebagian besar penghuninya beretnik Armenia. Namun, deklarasi kemerdekaan itu ternyata tidak diterima oleh pemerintah Azerbaijan.

Sejak saat itu, Nagorno-Karabakh dan Azerbaijan pun memilih berperang yang kemudian memakan banyak korban jiwa.

Hingga sekarang, pemerintah Azerbaijan pun melarang orang-orang Armenia untuk datang ke negara tersebut.




Close Ads X