Lelucon Pochettino Buat Real Madrid Keluarkan Pernyataan Resmi

Kompas.com - 25/05/2019, 08:21 WIB
Ekspresi kegembiraan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino (tengah) saat bercanda dengan wasit keempat di sela-sela laga Grup H Liga Champions 2017-2018 kontra Real Madrid di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Rabu (1/11/2017).
IAN KINGTON / IKIMAGES / AFP Ekspresi kegembiraan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino (tengah) saat bercanda dengan wasit keempat di sela-sela laga Grup H Liga Champions 2017-2018 kontra Real Madrid di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Rabu (1/11/2017).

KOMPAS.com - Lelucon pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, tentang di mana timnya akan tinggal di Madrid untuk final Liga Champions 2018-2019 mendorong Real Madrid untuk merilis pernyataan resmi.

Pelatih asal Argentina tersebut, yang pernah dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, sedang mendiskusikan rencana Tottenham untuk final Liga Champions melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, markas Atletico Madrid, pada Sabtu (1/6/2019) atau Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Dikutip dari SkySports, Pochettino mengatakan kepada organisasi media Spanyol, COPE, bahwa Presiden Real Madrid Florentino Perez tidak mengizinkan mereka untuk tidur di pusat olahraga meskipun berlatih di sana dalam persiapan menuju final Liga Champions melawan Liverpool.

"Saya meminta Florentino Perez untuk membiarkan kami tidur di pusat olahraga, tetapi dia tidak ingin kami menggunakan fasilitas," kata Pochettino, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Mourinho Sindir Klopp dan Pochettino Jelang Laga Final Liga Champions

Pochettino kemudian tampak bercanda dengan pewawancara bahwa mungkin alasan di balik penolakan itu adalah karena hanya staf Real Madrid yang diizinkan menggunakan hotel di dalam basis pelatihan mereka. Dia hanya akan mendapatkan hak itu jika menjadi pelatih Real Madrid.

"Saya meminta Florentino Perez untuk mengizinkan kami tidur di pusat olahraga, tetapi dia mengatakan kepada saya bahwa saya hanya bisa tidur di sana ketika saya menjadi pelatih Real Madrid," ucapnya, seperti dikutip dari BBC.

Sebagai tanggapan, pihak Real Madrid menyatakan bahwa mereka "terkejut dengan demonstrasi" yang dilakukan oleh Pochettino tentang "permintaan yang diharapkan" untuk tinggal di tempat latihan mereka.

Baca juga: Pochettino Optimistis Kane Fit Pada Partai Final Liga Champions

"Real Madrid ingin memperjelas bahwa permintaan ini benar-benar salah," bunyi pernyataan Real Madrid.

Madrid mengatakan bahwa mereka "selalu menunjukkan ketersediaan absolut" untuk memenuhi permintaan UEFA, Spurs, dan Liverpool dan permintaan hanya untuk penggunaan kamp pelatihan di Ciudad Real Madrid serta ruang ganti.

Tottenham akan berlatih di Real Madrid pada 30 dan 31 Mei, sedangkan Liverpool akan menggunakan fasilitas di pagi hari pada 1 Juni.

"Tidak ada waktu klub kami diminta agar tim-tim ini dapat ditampung di fasilitas Ciudad Real Madrid," lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Final Liga Champions, Keluarga Pochettino Kena Dampak Mahalnya Hotel

Juergen Klopp dan Mauricio Pochettino, Kamis (9/5/2019)AFP Juergen Klopp dan Mauricio Pochettino, Kamis (9/5/2019)

Pochettino, yang memiliki sisa empat tahun di kontraknya bersama Spurs, sebelumnya mengisyaratkan dia bisa meninggalkan klub tersebut jika mereka memenangi Liga Champions.

Dia juga mengatakan dia akan "bodoh" untuk tetap di klub jika mereka mengharapkan tingkat kesuksesan yang sama tanpa mengubah cara, setelah tidak menandatangkan pemain sejak 31 Januari 2018.

"Saya tidak akan membuat keputusan tentang masa depan saya hingga setelah final, penting untuk mengetahui apa rencana masa depan klub," ucapnya.

"Real Madrid? Saya tidak punya tujuan lain jika saya tidak melatih Tottenham. Sepak bola membawa Anda ke tempat yang pantas Anda dapatkan," tuturnya.




Close Ads X