Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi Tersandung Kasus Dugaan Korupsi

Kompas.com - 24/05/2019, 05:55 WIB
Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi menghadiri sesi perkenalan Unai Emery sebagai pelatih anyar, Senin (4/7/2016).PHILIPPE LOPEZ/AFP Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi menghadiri sesi perkenalan Unai Emery sebagai pelatih anyar, Senin (4/7/2016).

KOMPAS.com - Presiden Paris Saint-Germain ( PSG), Nasser Al-Khelaifi, diduga terlibat kasus korupsi terkait usahanya untuk menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia pada tahun 2017.

Khelaifi, yang juga merupakan pemimpin saluran TV Qatar, BeIn Sports, telah diselidiki sejak Maret 2019 lalu.

Dikutip dari BBC pada Kamis (23/5/2019), disebutkan bahwa dua pembayaran dengan total 3,5 juta dollar AS (sekitar Rp 50 miliar), dilakukan pada tahun 2011, sedang dalam pengawasan.

Baca juga: Al-Khelaifi: Saya Akan Dapatkan Pemain yang Saya Inginkan

Usaha Khelaifi untuk menjadikan Qatar sebagai tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia 2017 sendiri tak berhasil. Kejuaraan tersebut berlangsung di London, Inggris.

Namun, Doha, Qatar, terpilih menjadi tuan rumah untuk Kejuaraan Atletik Dunia 2019 yang akan berlangsung pada September-Oktober.

Diduga bahwa pembayaran dilakukan oleh Oryx Qatar Sports Investment, perusahaan yang dimiliki bersama oleh Nasser Al-Khelaifi dan saudara lelakinya Khalid, untuk perusahaan yang dikelola oleh putra Lamine Diack, mantan Presiden IAAF, Federasi Atletik Internasional.

Lamine Diack didakwa melakukan korupsi pada bulan Maret sehubungan dengan kasus ini, sementara surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk putranya yang berbasis di Senegal, Papa Massata Diack. Lamine Diack adalah Presiden IAAF pada 1999-2015.

Baca juga: Presiden PSG Bantah Neymar dan Mbappe Tak Harmonis

Pemilik Paris Saint-Germain Nasser Al Khelaifi.Sky Sports Pemilik Paris Saint-Germain Nasser Al Khelaifi.

Dugaan ditolak

Dalam sebuah pernyataan, pengacara Al Khelaifi mengatakan tuduhan itu "tidak akurat" dan bahwa dia "tidak memvalidasi pembayaran apa pun dalam bentuk apa pun" sehubungan dengan tuduhan itu.

Eksekutif BeIn Sports lainnya, Yousef Al-Obaidly, juga sedang diselidiki di Perancis atas pemberian untuk kejuaraan 2017. Dia adalah anggota dewan PSG.

Obaidly, dikutip dari pengacaranya, menyebut tuduhan itu "sama sekali tidak berdasar" dan mengatakan dia akan menentang mereka.

Pada bulan Januari, Al-Khelaifi terpilih menjadi Komite Eksekutif Badan Sepak Bola Eropa, UEFA. UEFA mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya tengah "memantau situasi".

Baca juga: Ungkap Korupsi Sepakbola, Jurnalis Terancam Dibunuh

Adapun pihak IAAF pun telah mengeluarkan pernyataan terkait kasus ini.

"Kami terus tersedia untuk jaksa Perancis untuk berbagi informasi apa pun yang dapat membantu penyelidikan," demikian bunyi pernyataan IAAF.

"Namun, kami belum melihat dakwaan spesifik yang dirujuk oleh media. Tanggal yang dipublikasikan di media tampaknya bertepatan dengan jadwal penawaran untuk Kejuaraan Dunia IAAF 2017 yang diberikan kepada London," lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Presiden Sepak Bola Spanyol Ditangkap karena Dugaan Korupsi

Seorang pengacara Khelaifi membantah tuduhan terhadap kliennya, dengan mengatakan pembayaran Oryx sepenuhnya transparan.

"Nasser Al-Khelaifi bukan pemegang saham, atau direktur Oryx pada 2011. Dia tidak melakukan intervensi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pencalonan Doha, Qatar," katanya.




Close Ads X