Hadapi Lawan Tangguh di Kualifikasi Olimpiade, Zohri Lebih Termotivasi

Kompas.com - 21/05/2019, 16:41 WIB
Indonesias Muhammad Zohri competes in a semi-final heat of the mens 100m athletics event during the 2018 Asian Games in Jakarta on August 26, 2018. (Photo by Jewel SAMAD / AFP)AFP/JEWEL SAMAD Indonesias Muhammad Zohri competes in a semi-final heat of the mens 100m athletics event during the 2018 Asian Games in Jakarta on August 26, 2018. (Photo by Jewel SAMAD / AFP)

KOMPAS.com - Berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih diunggulkan membuat sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, lebih termotivasi untuk meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Zohri berhasil lolos kualifikasi Olimpiade 2020 setelah menembus limit waktu nomor 100 meter putra, yakni 10,05 detik.

Pelari berusia 18 tahun itu mencatatkan waktu 10,03 detik pada Golden Grand Prix Osaka 2019 di Osaka, Jepang, akhir pekan lalu.

Berkat catatan waktu itu, Zohri berhak meraih medali perunggu dan sekaligus tiket ke Olimpiade 2020. Zohri mempertajam catatan waktunya setelah sebelumnya hanya mampu menorehkan 10,13 detik pada April lalu.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjun pun menyatakan bahwa Zohri tampil jauh lebih baik di Osaka. 

Menurut dia, Zohri adalah pelari dengan karakter unik. Zohri justru menjadi lebih tertantang jika menghadapi lawan yang lebih tangguh dan diunggulkan.

"Di Osaka, saya merasa, siapa tahu berhadapan dengan pelari-pelari yang lebih unggul dia bisa bersaing. Ternyata memang benar," ucap Tigor yang dilansir BolaSport.com dari Kompas.id.

Baca juga: Di Balik Kelolosan Lalu Muhammad Zohri ke Olimpiade Tokyo 2020

Lalu Muhammad Zohri menjalani babak final nomor 100 meter Golden Grand Prix Osaka 2019 dengan berlari di lintasan paling luar.

Artinya, Zohri berada dalam posisi tidak diunggulkan. Namun, dia mampu membuat kejutan.

Zohri melesat dan hanya kalah cepat dari peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 sekaligus juara dunia bertahan dari Amerika Serikat, Justin Gatlin, dan juara Asia asal Jepang, Yoshihide Kiryu.

Sprinter asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu hanya terpaut 0,03 detik dari Gatlin dan 0,01 detik dari Kiryu.

Baca juga: Ke Olimpiade 2020, Lalu Muhammad Zohri Terus Melaju

Tigor menegaskan bahwa kemampua itu tidak lepas dari kemauan Zohri yang kuat serta sikap disiplin berlatih.

Sebelumnya, pada Kejuaraan Asia Atletik 2019 di Doha, Qatar, April lalu, Zohri meraih medali perak. Padahal, saat itu dia tidak ditargetkan masuk peringkat ketiga besar.

Keberhasilan Zohri tersebut sekaligus memecahkan rekor nasional lari 100 meter milik Suryo Agung Wibowo, yakni 10,17 detik, yang bertahan sejak tahun 2007.

Selanjutnya, Lalu Muhammad Zohri akan mengikuti Asian Grand Prix 2019 di Chongqing, China, pada 4-7 Juni, dan Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, pada 27 September-6 Oktober. (Diya Farida Purnawangsuni)




Close Ads X