Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Para Pemain Garuda Select

Kompas.com - 18/05/2019, 09:29 WIB
Skuad Garuda Select menjalani sesi latihan di Aston Recreation Centre Birmingham, Inggris, pada Kamis (10/5/2019).KOMPAS.com/Eris Eka Jaya Skuad Garuda Select menjalani sesi latihan di Aston Recreation Centre Birmingham, Inggris, pada Kamis (10/5/2019).

KOMPAS.com - Para pemain muda Indonesia yang tergabung di skuad Garuda Select menjalani pelatihan ala sepak bola Eropa yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan.

Selama lima bulan berlatih di Inggris, mereka betul-betul mendapatkan pengalaman berharga untuk menjadi seorang pesepak bola yang baik dan benar.

Baca juga: Timnas Indonesia Gelar TC Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022

Di bawah asuhan Dennis Wise selaku Direktur Program, serta Des Walker sebagai pelatih, para pemain Garuda Select tak bisa sembarangan lagi dalam menjalani pola hidup mereka.

Salah satunya seperti yang diutarakan oleh Mochammad Supriadi, striker Garuda Select. Ia mengaku ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi para pemain.

"Jadi saat di Inggris sana, saya tidak diperbolehkan makan coklat, ciki-cikian, susu juga tidak semuanya boleh," kata Supriadi saat konferensi pers Garuda Select di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (17/5/2019) malam.

"Semua sudah diatur sedemikian rupa. Keripik kentang, burger, sampai permen juga tidak boleh. Daging sapi juga tidak boleh," tutur dia.

Pernah suatu ketika, Supriadi ketahuan oleh staf pelatih memakan permen saat sedang latihan di gym.

"Saya dapat permen dari teman, lalu ketahuannya waktu bungkusnya jatuh. Untungnya sih tidak dihukum," ujar Supriadi seraya tersenyum.

Meski demikian, Supriadi dan rekan-rekan setimnya mengaku ada kemajuan yang cukup pesat dari berbagai aspek.

Hal itu dirasakan betul oleh para pemain Garuda Select dan berpengaruh terhadap kualitas permainan mereka di lapangan.

Baca juga: BOPI Berharap Ada Sanksi Terkait Kerusuhan PSS Sleman Vs Arema

Para pemain Garuda Select menimba ilmu di Inggris sejak Januari hingga Mei 2019. Kini, mereka telah kembali ke Tanah Air dan akan berkompetisi di EPA U-18 dan U-20.

Dari hasil program ini, mereka diharapkan bisa semakin berkembang dan siap untuk memenuhi target tampil di ajang Olimpiade 2024.




Close Ads X