Kerusuhan Suporter di Indonesia Bikin Striker Arema Ini Bingung

Kompas.com - 18/05/2019, 09:00 WIB
Striker baru Arema FC, Sylvano Dominique Comvalius saat diperkenalkan di Kantor Arema FC, Rabu (24/4/2019) malamKOMPAS.com / ANDI HARTIK Striker baru Arema FC, Sylvano Dominique Comvalius saat diperkenalkan di Kantor Arema FC, Rabu (24/4/2019) malam

KOMPAS.com - Penyerang anyar Arema FC Sylvanno Comvalius, menyayangkan kerusuhan yang terjadi saat timnya menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019).

Laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman dan Arema FC dinodai dengan kerusuhan antarsuporter.

Akibatnya, laga harus dihentikan selama hampir satu jam lamanya karena suasana terlihat tidak kondusif.

Setelah kerusuhan mereda, pertandingan pun bisa dilanjutkan kembali dan PSS Sleman berhasil keluar sebegai pemenang

Super Elja – julukan PSS Sleman – menang dengan skor 3-1 atas Singo Edan – julukan Arema.

Terkait kerusuhan tersebut, penyerang anyar Arema FC, Sylvanno Comvalius, ikut buka suara.

Menurut pria asal Belanda ini, kerusuhan tersebut seharusnya tidak terjadi. Ia bahkan sampai bingung mengapa orang Indonesia yang terkenal dengan keramahannya sampai bertindak anarkis.

"Kamu bisa lihat suasana di sini sangat gila, seharusnya tidak seperti ini. Saya pikir apapun hasil di luar pertandingan, kejadian ini sangat menyedihkan bagi suporter Arema FC dan PSS Sleman,” ujar Comvalius.

"Tapi di Indonesia selalu berbeda, terkadang masyarakatnya sangat ramah, tapi kadang tidak. Sangat menyedihkan," kata Comvalius melanjutkan

Kerusuhan antar suporter PSS dan Arema sebenanrnya sudah terjadi di dalam Stadion Maguwoharjo sebelum pertandingan berlangsung.

Cukup unik mengapa kedua suporter yang dikenal sopan itu tiba-tiba rusuh.

Padahal, di luar Stadion Maguwoharjo kedua suporter tersebut sama-sama memberikan sambutan hangat, bahkan sempat berbuka puasa bersama.

Setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian dikabarkan kerusuhan tersebut bukan datang dari pendukung PSS Sleman dan Arema FC, tetapi para provokator yang mencoba merusak jalannya pertandingan. (Mochamad Hary Prasetya). 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X