Suporter Ricuh, PSS Terancam Terusir dari Stadion Maguwoharjo

Kompas.com - 16/05/2019, 13:25 WIB
Polisi menghalau pendukung yang ricuh saat pertandingan Liga 1 antara PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/5/2019). Laga pembuka Liga 1 yang diwarnai kericuhan dan sempat dihentikan sementara itu berakhir dengan kemenangan PSS Sleman dengan skor 3-1.ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO Polisi menghalau pendukung yang ricuh saat pertandingan Liga 1 antara PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/5/2019). Laga pembuka Liga 1 yang diwarnai kericuhan dan sempat dihentikan sementara itu berakhir dengan kemenangan PSS Sleman dengan skor 3-1.

KOMPAS.com - PSS Sleman dan Arema FC terancam mendapat hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akibat ulah suporter mereka pada laga pembuka Liga 1 2019, Rabu (15/5/2019).

Pendukung kedua kesebelasan terlibat bentrokan di salah satu sudut tribun Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pemain Arema, Sylvanno Comvalius, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-29.

Baca juga: PT LIB Tunggu Laporan Resmi Keributan dalam Laga PSS Vs Arema

Suasana menjadi tidak kondusif, sehingga wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan untuk sementara waktu.

Setelah hampir satu jam dihentikan, pertandingan akhirnya dapat dilanjutkan kembali.

Pada akhir laga, PSS keluar sebagai pemenang. Super Elja – julukan PSS Sleman – menang dengan skor 3-1 atas Arema FC.

Akibat ulah suporter mereka, PSS dan Arema kini terancam mendapat hukuman dari Komdis PSSI.

Setidaknya, minimal hukuman tersebut adalah larangan menggelar pertandingan kandang, khusunya untuk tim PSS Sleman.

Semua bukti dan momen sudah direkam oleh pengawas pertandingan yang bertugas di lapangan.

Baca juga: Kemenangan atas Arema FC Jadi Kado PSS untuk Ulang Tahun Sleman

Terkait ancaman hukuman tersebut, CEO PSS Sleman, Soekeno angkat bicara. Ia menyerahkan nasib PSS Sleman kepada Tuhan.

“Wallahualam,” kata Soekeno kepada sejumlah awak media yang hadir .

Soekeno memang sudah mengatakan, penyebab kerusuhan pertandingan itu bukan pendukung PSS Sleman dan Arema FC.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X