4 Hari Menuju Piala Sudirman 2019, Ini 5 Fakta Penyelenggaraannya

Kompas.com - 15/05/2019, 11:20 WIB
Trofi Piala Sudirman yang diperebutkan pada kejuaraan beregu campuran antar negara, Piala Sudirman 2017, di Gold Coast, Australia, 21-28 Mei.DJARUM BADMINTON Trofi Piala Sudirman yang diperebutkan pada kejuaraan beregu campuran antar negara, Piala Sudirman 2017, di Gold Coast, Australia, 21-28 Mei.

KOMPAS.com -  Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-16 kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman.

Pada edisi 2019, Piala Sudirman akan digelar di Guangxi Sports Center, Nanning, China, 19-26 Mei.

Indonesia yang merupakan unggulan ketiga tergabung bersama Inggris dan Denmark di Grup 1B. Ini merupakan kali kedua Indonesia berada satu grup bersama dua negara Eropa tersebut setelah edisi 2001 dan 2015.

Tim Indonesia dijadwalkan berangkat menuju Nanning, China, via Hongkong hari ini Rabu (15/5/2019) dengan maskapai Cathay Pacific pukul 08.15.

Menurut Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti, Indonesia membawa 20 pemain terbaik yang dimiliki setiap sektor.

Sebanyak 20 pemain tersebut ialah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan, dan Hafiz Faizal di sektor putra.

Sementara itu, di sektor putri, Indonesia menyiapkan Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti, dan Winny Oktavina Kandow.

Sejauh ini, Indonesia baru satu kali meraih gelar supremasi kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman yakni pada edisi pertama 1989 di Jakarta.

 

Berikut fakta menarik seputar Piala Sudirman

1. Tokoh di Balik Piala Sudirman

Piala Sudirman merupakan kejuaraan beregu campuran untuk mengenang tokoh bulu tangkis Indonesia yakni Drs. Sudirman atau yang lebih dikenal dengan nama Dick Sudirman.

Dilansir dari Djarum Badminton, Sudirman merupakan salah satu pendiri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan sempat menjadi ketua umum pada tahun 1952-1963 dan 1967-1981.

Halaman:



Close Ads X