Edukasi untuk Para Pelari Jelang Borobudur Marathon 2019

Kompas.com - 15/05/2019, 05:20 WIB
Kegiatan Borobudur Marathon Radio Live Tour yang diadakan di FX Sudirman, Jakarta, pada Selasa (14/5/2019), menghadirkan Agus Hermawan (kiri), dr Andi Kurniawan (tengah), dan Riefa Istamar sebagai narasumber. KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANAKegiatan Borobudur Marathon Radio Live Tour yang diadakan di FX Sudirman, Jakarta, pada Selasa (14/5/2019), menghadirkan Agus Hermawan (kiri), dr Andi Kurniawan (tengah), dan Riefa Istamar sebagai narasumber.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia penyelenggara Borobudur Marathon 2019 kembali menggelar kegiatan sosialisasi untuk para pencinta olahraga lari dalam acara bertajuk Borobudur Marathon Radio Live Tour.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari ajang Borobudur Marathon 2019 Powered by Bank Jateng yang bakal digelar pada 17 November 2019 mendatang.

Baca juga: Borobudur Marathon Kembali Digelar, Ini Keinginan Ganjar Pranowo

Pada penyelenggaraan yang ke-6 (setelah Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta dan Medan), Borobudur Marathon Radio Live Tour singgah di Jakarta, tepatnya di Tartine French Bistro, FX Sudirman, pada Selasa (14/5/2019) sore.

Acara ini menghadirkan pakar kesehatan dan pencinta olahraga lari sebagai narasumber yakni dr Andi Kurniawan, Agus Hermawan, dan Riefa Istamarz.

Salah satu narasumber, Agus Hermawan, berswafoto dengan para peserta acara Borobudur Marathon Radio Live Tour.KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Salah satu narasumber, Agus Hermawan, berswafoto dengan para peserta acara Borobudur Marathon Radio Live Tour.
Puluhan anggota dari berbagai komunitas olahraga lari hadir dan begitu antusias mengikuti acara ini.

Mereka mendapatkan banyak edukasi melalui sesi tanya jawab, khususnya terkait pemulihan (recovery) seusai melakukan lari jarak jauh.

Seusai acara, dr Andi sebagai salah satu narasumber menyatakan bahwa angka pencinta lari Indonesia yang belum teredukasi masih cukup tinggi.

"Kita tahu, beberapa kasus terjadi, bahkan sampai ada yang mengalami kematian, itu salah satunya karena mereka belum ter-well educated. Kebanyakan dari mereka lari karena sekadar ikut-ikutan," ujar dr Andi kepada Kompas.com.

"Banyak dari pelari kita masih harus diberikan pemahaman bagaimana lari yang benar, bagaimana mencegah cedera, dan lain sebagainya. Ini penting sekali. Jadi, acara edukasi seperti ini sebenarnya merupakan suatu keharusan untuk sebuah ajang maraton."

Selain diskusi tentang olahraga lari, Borobudur Marathon Radio Live Tour di Jakarta juga melakukan sosialisasi soal sistem pendaftaran ballot.

Baca juga: Ada Friendship Run di Borobudur Marathon 2019

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X