Rekor Pemasukan La Liga dan Artinya Bagi Masyarakat Indonesia

Kompas.com - 15/05/2019, 04:26 WIB
Rodrigo Gallego, perwakilan La Liga di Indonesia, memberikan briefing ke media terkait laporan keuangan Liga Spanyol di Jakarta, Selasa (14/5/2019). LA LIGARodrigo Gallego, perwakilan La Liga di Indonesia, memberikan briefing ke media terkait laporan keuangan Liga Spanyol di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

KOMPAS.com - Klub-klub Liga Spanyol yang berada di naungan La Liga mencatatkan pendapatan pemecah rekor sebesar 4,479 miliar euro pada akhir 2017-2018.

Pencapaian setara Rp 72,3 triliun ini disampaikan oleh pihak La Liga di Indonesia dalam acara media session dan buka bersama di Jakarta yang juga dihadiri Kompas.com, Selasa (14/5/2019).

"La Liga telah membuat beberapa kemajuan luar biasa di luar lapangan untuk menyamai prestasi klub-klub kami di lapangan," ujar Rodrigo Gallego, Delegate of La Liga Global Network Indonesia.

Klub-klub Liga Spanyol memang digdaya di level antarklub Eropa dengan mengambil 7 trofi Liga Champions dan 6 gelar Liga Europa dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga: Perwakilan La Liga Puji Suporter Timnas Indonesia, Persija, dan PSS Sleman

Dalam 10 tahun terakhir, klub-klub Spanyol memenangi 70 persen dari 30 kompetisi UEFA yang dipertandingkan (Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa).

Presiden La Liga, Javier Tebas, berhasil meningkatkan semua aspek finansial Liga Spanyol sejak pertama bergabung pada 2013 untuk mengiringi dominasi di dalam lapangan tersebut.

"Tanpa ragu, kesuksesan klub-klub Spanyol di dalam lapangan menjadi faktor positif," ujar Javier Tebas di Marca.

Pemasukan La Liga pada 2017-2018 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah dan lebih baik 34,3 persen ketimbang musim sebelumnya.

La Liga tidak membagi penerimaan per klub, termasuk Barcelona dan Real Madrid.

Namun, Financial Times menulis bahwa angka-angka pendapatan La Liga ini kurang lebih sama dengan Liga Jerman (Bundesliga) yang kini merupakan liga terkaya kedua di dunia di belakang Liga Inggris.

Baca Juga: 'Talenta Murni Anak Indonesia Selevel dengan Marco Asensio, tetapi...'

Laba bersih ke-42 klub teratas di Liga Spanyol berada di angka 189 juta euro, tumbuh hingga 6,7 persen dari tahun sebelumnya, dan meningkat dua kali lipat jika dihitung sejak 2011-2012.

Salah satu peningkatan ini berkat kelonjakan di hak audio visual. Rataan penerimaan hak siar klub-klub La Liga untuk musim 2019-2020 sampai 2021-2022 lebih tinggi 25,3 persen dari sebelumnya.

Dalam hal pendapatan komersial (tanpa menyertakan perputaran pendapatan iklan), La Liga mencatat pertumbuhan tahunan 34,1 persen di angka 838 juta euro.

Hal ini menunjukkan bahwa klub-klub Spanyol menjadi kian menarik di mata para sponsor.

Salah satu penggerak pemasukan utama klub-klub Liga Spanyol adalah dari transfer pemain.

La Liga mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 104,3 persen dengan pendapatan di bursa transfer meningkat dua kali lipat hanya dalam waktu 12 bulan.

Baca Juga: Demi Sang Anak, Zidane Ingin Keylor Navas Tinggalkan Real Madrid

Keuangan klub-klub Liga Spanyol pun terjamin dalam jangka menengah dan panjang.

La Liga mempertahankan tren penurunan dalam tingkat solvabilitas permodalan dengan rasio hutang keuangan terhadap laba kotor sebelum bunga dan pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di angka 0,9X, terendah sepanjang sejarah.

Tak dipungkiri bahwa La Liga didominasi oleh Real Madrid dan Barcelona.

Namun, tanpa mengikutsertakan kedua raksasa tersebut dalam penghitungan keuangan, ternyata ditemui penyelarasan dalam hal pendapatan.

Beberapa indeks atau rasio bahkan lebih baik dan semakin merata sehingga klub-klub bisa mempertahankan sukses berkelanjutan dalam jangka panjang.

Efek pertumbuhan ini adalah La Liga menyumbang ke hampir 1 persen (0,98 persen) dari jumlah total pekerja di Spanyol atau sekitar 184,6 ribu orang, menurut data dari 2016-2017.

Baca Juga: Perintah Petinggi Real Madrid Diabaikan Zidane agar Sang Anak Naik Posisi

"Kami bersyukur dan berterimakasih bahwa pekerjaan kami dikenali dan meninggalkan warisan di Spanyol," ujar Rodrigo Gallego lagi.

Efek Liga Spanyol ke Indonesia terlihat dari studi Sportcal Insight yang juga dipresentasikan Rodrigo ke kru media.

Pengikut Liga Spanyol di Indonesia dikatakan mendapat keuntungan dari laga-laga yang disiarkan secara free to air.

Diperkirakan pada musim 2015-2016, sekitar 11,5 juta pasang mata menyaksikan ke-48 pertandingan yang ditayangkan di televisi nasional.

"Ada laga-laga yang menarik hingga 1 juta pemirsa lebih, terbesar untuk sebuah pertandingan Liga Spanyol yang disiarkan langsung di luar Spanyol," tulis laporan tersebut.

Survei Nielsen pada 2017-2018 mengatakan bahwa ada 29,9 juta fans Liga Spanyol di Indonesia dengan 4 juta follower media sosial.

Baca Juga: Real Madrid akan Ditinggal 9 Pemain, Termasuk Penerus Ronaldo

Selama dua tahun di Indonesia, Rodrigo Gallego juga melahap atmosfer sepak bola Indonesia.

Ia beberapa kali menonton pertandingan Persija, Persib, Bali United, dan juga final Liga 2, PSS Sleman vs Semen Padang di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor tahun lalu.

Pria asal Madrid ini mengatakan bahwa sepak bola Indonesia beruntung memiliki suporter yang sangat luar biasa.

"Atmosfer di Indonesia jauh berbeda dari di Eropa. Sungguh, tidak ada atmosfer seperti ini dari negara asal saya," ujarnya dalam pembicaraan terpisah beberapa waktu lalu.

Rodrigo mengatakan bahwa ketiga klub Liga 1 yang ia sebut sudah atau di jalan benar menuju pembangunan berkelanjutan.

"Bali United dan Persib sudah bagus, Persija dalam setahun terakhir sudah sangat berkembang," lanjutnya.

Ia lantas membandingkan kekuatan tim Liga Spanyol dengan Liga 1, hasil diskusinya dengan beberapa pelatih profesional asal Spanyol yang pernah memantau pertandingan di Indonesia.

"Sang pelatih mengatakan bahwa klub kasta ketiga kami (Segunda Division B) cukup kuat untuk menjadi juara Liga 1, sementara klub kasta keempat (Tercera Division) bisa bersaing di papan tengah Liga 1," tuturnya.

Rodrigo pun berharap bahwa dalam waktu dekat, Liga Spanyol akan bisa mendatangkan lagi salah satu klub papan atas Negeri Matador ke Indonesia untuk mengikuti jejak Espanyol yang bertanding kontra Persija di Jakarta pada Juli 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X