Final Liga Champions, Keluarga Pochettino Kena Dampak Mahalnya Hotel

Kompas.com - 11/05/2019, 09:20 WIB
Ekspresi pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, sebelum dimulainya laga Liga Inggris kontra Brighton & Hove Albion di Stadion Amex, Brighton, Inggris pada 22 September 2018.
GLYN KIRK/AFPEkspresi pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, sebelum dimulainya laga Liga Inggris kontra Brighton & Hove Albion di Stadion Amex, Brighton, Inggris pada 22 September 2018.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menuturkan bahwa keluarganya kena dampak dari melonjaknya biaya hotel di Madrid untuk final Liga Champions.

Mempertemukan Tottenham vs Liverpool, final Liga Champions akan dihelat di Stadion Wanda, Metropolitano, Madrid pada 1 Juni mendatang.

Menurut Pochettino, dirinya sudah mencoba menelpon beberapa hotel untuk pemesanan kamar untuk keluarga dan sahabatnya yang ingin datang.

“Saya ingin memesan tetapi harganya sangat gila. Saya sangat terkejut, tetapi itu normal jika orang-orang memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk mengambil keuntungan," ujar pria asal Argentina itu.

Tingginya biaya akomodasi memang jadi masalah tersendiri. Tak cuma pada final Liga Champions, tapi juga Liga Europa.

Baca juga: Final Liga Europa, Fan Chelsea-Arsenal Harus Tempuh Perjalanan Jauh

Untuk ajang yang kedua ini, masalah bertambah karena lokasi final dihelat di Baku, Azerbaijan yang relatif jauh dari Inggris.

Para suporter tim-tim yang tampil di final Liga Champions dan Liga Europa menyatakan menyesalkan terjadinya lonjakan biaya akomodasi tersebut.

“Kegembiraan kami mencapai final ditentukan oleh harga perjalanan, akomodasi, tiket beserta alokasinya,” bunyi pernyataan bersama mereka.

Menurut para suporter, harga penerbangan ke Madrid dan kota-kota sekitarnya telah meroket hingga 840 persen. Adapun biaya kamar hotel mencapai lebih dari £ 1.000 (sekitar Rp 18,6 juta) semalam.

Mereka juga mendesak UEFA untuk melakukan transparansi terkait harga tiket dan alokasinya. Pasalnya, para suporter menilai harga tiket mencapai lebih dari £ 500 (sekitar Rp 9,3 juta) terlampau mahal.

Baca juga: Final Liga Europa, Chelsea dan Arsenal Hanya Dapat 6.000 Tiket

"Kami mendengar cerita tentang pemesanan kamar yang dibatalkan dan dijual kembali dengan harga yang sangat tinggi," tegas para suporter.

“Bagi banyak penggemar, final ini bukan event satu kali. Ini adalah puncak dari sebuah perjalanan. Jadi berhentilah menguangkan loyalitas para suporter," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X