Perkembangan Kasus Dugaan Mafia Sepak Bola

Kompas.com - 10/05/2019, 09:42 WIB
Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Inca Pandjaitan datang ke Mapolsek Depok Timur ditemani Sekretaris Asprov DIY Dwi Irianto dan Ketua Umum Asprov Jawa Tengah Johar Lin Eng saat melakukan pertermuan dengan  Kapolsek Depok Timur Kompol Andreas Deddy Wijaya. KOMPAS.com/wijaya kusumaKetua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Inca Pandjaitan datang ke Mapolsek Depok Timur ditemani Sekretaris Asprov DIY Dwi Irianto dan Ketua Umum Asprov Jawa Tengah Johar Lin Eng saat melakukan pertermuan dengan Kapolsek Depok Timur Kompol Andreas Deddy Wijaya.
|

KOMPAS.com - Sidang kedua kasus dugaan mafia sepak bola di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Banjarnegara telah digelar pada Kamis (9/5/2019).

Sidang ini mendengarkan keterangan saksi. Hadir terlapor, Lasmi Indaryani, sang suami I Putu Dodi Mangkikit, mantan ketua harian Askap PSSI Banjarnegara saat ini, Bupati Budi Sarwono, Mukodam (asisten manajer Persibara Banjarnegara), dan beberapa saksi lain.

DI hadapan majelis, Budi mengaku tidak ada keterkaitan antara perkara dengan terdakwa Johar Lin Eng. Keterangan tersebut mendapat tanggapan positif dari Kuasa Hukum Johar, Kairul Anwar.

"Kalau Pak Johar cukup baguslah pemeriksaan hari ini. Satu, Pak Bupati menyampaikan memang tidak ada keterkaitan dengan perkara ini," ungkapnya.

"Lasmi juga tak bisa menjelaskan dengan jelas dan tegas jika Pak Johar yang mengatur semuanya," tambah dia.

Baca juga: KPSN Ingin PSSI Bersih

Lasmi memberikan banyak kesaksian jika ada permintaan uang dari terdakwa Prianto alias Mbah Pri melalui Anik Yuni Artikasari alias Tika (terdakwa lain) untuk memuluskan langkah Persibara ke Liga 2.

Padahal, lanjut Kairul, Johar sudah mengingatkan agar berhati-hati mengenai permintaan itu termasuk soal transfer uang.

"Bahkan juga tadi dibacakan WA-nya Pak Johar yang mengingatkan Lasmi bahwa jangan percaya Pak Pri. Itu warning yang pertama," tegasnya.

"Lalu warning yang kedua, untuk menjadi tuan rumah (babak 32 besar Liga 3 nasional 2018) Pak Johar berpesan tidak bisa. Tapi pihak lain menyatakan itu bisa. Artinya itu bukan pengaruhnya Pak Johar untuk memainkan ini," kata Kairul.

Kairul menilai fakta persidangan sudah cukup jelas. Terlebih Lasmi sendiri pun juga tidak secara tegas mengatakan aliran uang ini ke mana-mana.

"Dia tidak mau menyebutkan karena dia memang tidak tahu. Cukup objektif beliau ini. Pak budi terutama juga objektif. Jadi tidak ada masalah. Nanti tinggal kita lihat perkembangannya di persidangan selanjutnya, ujarnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X