Mauricio Pochettino ke Final Liga Champions, Man United Boleh Menyesal

Kompas.com - 10/05/2019, 04:00 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, merayakan kemenangan bersama pemainnya, Fernando Llorente, pada laga leg kedua perempat final Liga Champions, di Stadion Etihad, Rabu (17/4/2019).AFP/ANTHONY DEVLIN Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, merayakan kemenangan bersama pemainnya, Fernando Llorente, pada laga leg kedua perempat final Liga Champions, di Stadion Etihad, Rabu (17/4/2019).

KOMPAS.com - Keberhasilan Tottenham Hotspur melaju secara dramatis ke final Liga Champions menggema sampai ke Manchester.

Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengatakan bahwa ia bisa meninggalkan timnya jika telah menjuarai kompetisi terakbar antarklub Eropa itu.

Mauricio Pochettino mengimplikasikan kalau ia bisa pergi dari Tottenham Hotspur apabila Spurs menjuarai Liga Champions.

"Akan fantastis bukan bila kami juara? Saya dapat menutup babak lima tahun dan pulang," tutur Pochettino pada konferensi pers sebelum laga leg kedua semifinal Liga Champions kontra Ajax Amsterdam, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Jawaban itu tampak membuat beberapa reporter kaget dan menyangka sang pelatih bercanda. Ia pun diminta untuk mengklarifikasi komentar tersebut.

Baca Juga: Tottenham Hotspur dan Kisah Debut Wakil Inggris di Final Liga Champions

"Ini bukan lelucon, kenapa memang?" ujar Pochettino dengan nada serius.

"Menjuarai Liga Champions dengan kondisi seperti ini, musim ini. Mungkin saya perlu berpikir lebih untuk melakukan hal berbeda di masa depan," tutur Pochettino lagi, menyinggung fakta kalau ia tidak belanja satu pemain pun dalam dua jendela transfer terakhir.

"Karena, untuk mengulang keajaiban ini, Anda tahu.... Namun, apa pun yang terjadi saya pasti akan pulang besok seusai laga," ujarnya.

Pochettino bisa jadi bercanda, tentu ia harus pulang setelah berlaga di Amsterdam. Komentar ini pun tak membuat fokus anak buahnya kabur.

Spurs malah memainkan 45 menit terbaik sepanjang musim dengan memutar balik defisit tiga gol dalam laga terbesar mereka.

Baca Juga: Hat-trick di Semifinal, Moura Sudah seperti Ronaldo dan Del Piero

Namun, komentar Pochettino tadi bisa jadi membuat para petinggi Man United menyesali keputusan membuat permanen kontrak Ole Gunnar Solskjaer.

Penampilan impresif Tottenham dalam perjalanan ke final Liga Champions, plus gairah dan cinta Pochettino ke klubnya merupakan hal yang persis dicari Man United dari seorang pelatih.

Halaman:



Close Ads X