Satgas Antimafia Bola Kembali Diminta Tancap Gas

Kompas.com - 07/05/2019, 11:10 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum, Iwan Budianto saat rapat umum pemegang saham PT Liga Indonesia Baru di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (18/2/2019). Kompas.com/Alsadad RudiSekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum, Iwan Budianto saat rapat umum pemegang saham PT Liga Indonesia Baru di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (18/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satgas Antimafia Bola Polri diminta memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Iwan Budianto. Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro.

“Kemarin kami maklumi bila Satgas ngerem karena ada pemilu. Kini, Satgas harus gas pol memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat match fixing, siapa pun dia, termasuk IB,” kata Indro, Selasa (7/5/2019).

Selain IB, Indro juga mengharapkan Satgas Antimafia memeriksa  Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria

Ratu Tisha pernah beberapa kali diperiksa Satgas Antimafia Bola sebagai saksi perkara match fixing atau skandal pengaturan skor pertandingan. “Kalau keterangan Sekjen PSSI masih diperlukan, ya harus diperiksa juga. Satgas tidak boleh pandang bulu,” tutur Indro.

Baca juga: Joko Driyono Didakwa Melakukan Perusakan Barang Bukti Kasus Pengaturan Skor   

Kasus dugaan suap yang menyeret IB ini bermula dari laporan mantan Manajer Tim Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pada delapan besar Piala Soeratin 2009, awal Januari lalu.

Saat itu Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah fase delapan besar. Satgas menemukan dugaan aliran dana kepada IB dan jajarannya ketika masih menjabat Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) 2009.

Satgas menyatakan IB bisa menjadi tersangka kasus ini. Namun polisi masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini sudah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. 

Selain IB, kasus ini juga menyeret manajer Madura United, Haruna Soemitro, yang waktu itu menjabat Ketua Pengda PSSI Jawa Timur. Setoran uang dari Imron diduga prosesnya melewati Haruna. 

Baca juga: Satgas Antimafia Bola Masih Memproses Kasus Iwan Budianto

Sedangkan Ratu Tisha telah beberapa kali diperiksa Satgas. Menurut Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, pemeriksaan kepada Tisha sama seperti sebelumnya, hanya sebagai saksi untuk empat tersangka match fixing.  

Menurut Indro, ketika dua tersangka match fixing, yakni mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri dan Anik Yuni Kartika Sari alias Atik sudah disidangkan perdana dalam waktu yang sama, Senin (6/5/2019). 

Namun, keduanya disidang di tempat berbeda, yakni Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dan PN Banjarnegara, Jawa Tengah.

Satgas Antimafia Bola diharapkan kembali bekerja untuk menetapkan pihak-pihak lain sebagai tersangka. “Pokoknya jangan pandang bulu. Siapa pun terlibat, harus ditangkap,” tuturnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X