Cara Kapten Garuda Select David Maulana Atasi Konflik Rekan Setim

Kompas.com - 05/05/2019, 13:22 WIB
Kapten Garuda Select, David Maulana, saat ditemui Kompas.com di flat tempat tinggal pemain di kawasan Universitas Aston, Birmingham, Inggris, Sabtu (4/5/2019). KOMPAS.com/Eris Eka JayaKapten Garuda Select, David Maulana, saat ditemui Kompas.com di flat tempat tinggal pemain di kawasan Universitas Aston, Birmingham, Inggris, Sabtu (4/5/2019).
|

Laporan Langsung Wartawan Kompas.com, Eris Eka Jaya, dari Inggris

BIRMINGHAM, KOMPAS.com - Kapten Garuda Select, David Maulana, angkat bicara terkait sikapnya jika terjadi konflik dalam tubuh tim.

Hidup bersama rekan setim di negeri orang, yakni di Birmingham, Inggris, sejak Januari 2019 lalu hingga Mei sekarang, tentu ada pasang surut dalam prosesnya.

Terkait hal itu, sang kapten, David, mengungkap caranya agar masalah tak berlarut dan bisa terselesaikan.

David mengingatkan bahwa anggota tim harus tolong-menolong satu sama lain.

Baca juga: Garuda Select Vs Leicester U-16, Skuad Bicara soal Dilatih Fakhri

"Selama anak-anak mau berkomunikasi dengan saya, tahu apa masalahnya, kami cari solusinya," ujar David saat ditemui Kompas.com di flat tempat menginap skuad Garuda Select saat berlatih di Inggris, Sabtu (4/5/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya mengumpulkan anak-anak, bicara bahwa kita tak bisa hidup sendiri di sini, harus saling menolong satu sama lain. Anak-anak bisa mengerti itu semua," katanya.

David mengatakan, meski sebagai kapten, bukan berarti dirinya harus selalu mengawasi apa yang dilakukan rekan setim.

"Kalau saya sih, kapten enggak harus ada di mana saja. Saya harus bebasin anak-anak juga biar mereka melakukan apa yang mereka sukai tapi harus ada batasannya juga. Saya cuma sebagai pengingat mereka jika mereka berbuat salah," ucap David.

"Kalau ada yang tidur malem, sebagai teman saya mengingatkan, ayo tidur, besok main, jaga kondisi," tutur David.

Baca juga: Ini Perkembangan Garuda Select Selama di Inggris

Garuda Select sendiri merupakan program hasil kerja sama PSSI dengan SuperSoccer TV. Program ini direncanakan berlangsung selama 10 tahun.

Garuda Select berisikan mayoritas pemain timnas U-16 Indonesia tahun lalu besutan Fakhri Husaini.

Beberapa lainnya berasal dari kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2018 dan hasil seleksi Direktur Program Garuda Select, Dennis Wise, mantan pemain Chelsea dan timnas Inggris dengan pelatih Des Walker.

Untuk laga terdekat, Garuda Select akan menghadapi Leicester City U-16 pada Senin (6/5/2019) dan Chelsea U-16 pada Sabtu (11/5/2019). Laga tersebut bisa disaksikan secara langsung via www.supersoccer.tv

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Medali Pertama Indonesia dalam Geliat Adu Rekor Baru Olimpiade

Medali Pertama Indonesia dalam Geliat Adu Rekor Baru Olimpiade

Sports
Hasil Panahan Olimpiade Tokyo 2020 - Kalah dari Wakil Turki, Riau Ega/Diananda Terhenti di Perempat Final

Hasil Panahan Olimpiade Tokyo 2020 - Kalah dari Wakil Turki, Riau Ega/Diananda Terhenti di Perempat Final

Sports
Profil Windy Aisah, Lifter Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Profil Windy Aisah, Lifter Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Breaking News, Windy Cantika Sumbang Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020!

Breaking News, Windy Cantika Sumbang Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020!

Sports
Kalah dari Greysia/Apriyani, Wakil Malaysia Minta Maaf dan Mengaku Demam Panggung

Kalah dari Greysia/Apriyani, Wakil Malaysia Minta Maaf dan Mengaku Demam Panggung

Badminton
Rekap Sesi Pagi Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Sapu Bersih Kemenangan

Rekap Sesi Pagi Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Sapu Bersih Kemenangan

Badminton
Atlet Panahan No 1 Dunia 'Shock' setelah Kalah dari Pasangan Indonesia Riau Ega/Diananda

Atlet Panahan No 1 Dunia "Shock" setelah Kalah dari Pasangan Indonesia Riau Ega/Diananda

Sports
Panahan Olimpiade Tokyo - Kata Riau Ega/Diananda Usai Tundukkan Unggulan dari AS

Panahan Olimpiade Tokyo - Kata Riau Ega/Diananda Usai Tundukkan Unggulan dari AS

Sports
Profil Yang Qian, Peraih Medali Emas Pertama di Olimpiade Tokyo 2020

Profil Yang Qian, Peraih Medali Emas Pertama di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Bekuk Wakil Inggris, Marcus/Kevin Lakoni Debut Sempurna

Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Bekuk Wakil Inggris, Marcus/Kevin Lakoni Debut Sempurna

Badminton
Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Sempat Terlena, Praveen/Melati Akhirnya Libas Australia

Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Sempat Terlena, Praveen/Melati Akhirnya Libas Australia

Badminton
Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Vidya Rafika Tak Lolos Final, Medali Emas Menembak Milik China

Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Vidya Rafika Tak Lolos Final, Medali Emas Menembak Milik China

Sports
Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Jonatan Christie Menang Mudah di Laga Perdana

Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Jonatan Christie Menang Mudah di Laga Perdana

Badminton
Riau Ega Agatha, Tak Suka Panahan, Dicoret Pelatnas, hingga Tembus Olimpiade

Riau Ega Agatha, Tak Suka Panahan, Dicoret Pelatnas, hingga Tembus Olimpiade

Sports
Kata Greysia Polii Usai Tuntaskan Balas Dendam atas Wakil Malaysia di Olimpiade 2020

Kata Greysia Polii Usai Tuntaskan Balas Dendam atas Wakil Malaysia di Olimpiade 2020

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X