Jelang Garuda Select Vs Leicester, Fakhri Simulasi Pola 4-3-3

Kompas.com - 05/05/2019, 06:00 WIB
Para pemain Garuda Select menjalani latihan pada Sabtu (4/5/2019) pagi di lapangan kawasan Universitas Aston, Birmingham, Inggris. ALOYSIUS GONSAGA ANGI EBO/KOMPAS.comPara pemain Garuda Select menjalani latihan pada Sabtu (4/5/2019) pagi di lapangan kawasan Universitas Aston, Birmingham, Inggris.

BIRMINGHAM, KOMPAS.com - Tim Garuda Select kembali menjalani latihan yang dipimpin Fakhri Husaini. Latihan di lapangan kawasan Universitas Aston, Birmingham, Inggris, Sabtu (4/5/2019) pagi tersebut merupakan persiapan untuk menghadapi Leicester City U-17.

Menurut rencana, laga Garuda Select versus Leicester City akan berlangsung pada Senin (6/5). Fakhri Husaiani, yang awalnya hanya berencana memantau tim untuk mengikuti seleksi Timnas U-18 Indonesia, didaulat mengendalikan Garuda Select dalam laga nanti.

Dalam latihan kali ini, Fakhri lebih fokus pada sektor pertahanan. Dia ingin David Maulana dan kawan-kawan melakukan transisi dengan baik, apalagi pola yang diterapkan pun berbeda dari selama ini yang mereka gunakan.

Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming Laga Garuda Select di Inggris

"Dua hari ini latihan untuk taktik saja. Hari ini taktik negatif, bagaimana mereka transisi bertahan ketika kehilangan bola," ujar Fakhri usai latihan pada pukul 10.00 pagi dengan cuaca 6 derajad celcius tersebut.

"Ini juga sekaligus simulasi 4-3-3 karena selama empat bulan ini, mereka menggunakan pola 3-5-2. Saya bersyukur karena mereka sangat antusias dan latihan berjalan baik sekali. Para pemain menikmati latihan."

Memang, ini merupakan hari kedua pasukan Garuda Select berlatih bersama Fakhri. Sehari sebelumnya, mantan pelatih Timnas U-16 Indonesia ini pun sudah menangani tim tersebut.

Soal perubahan skema permainan, Fakhri menilai tak menjadi malasah besar. Dia bahkan berharap para pemain semakin kaya ilmu demi perkembangan kariernya.

Baca Juga: Saat Skuad Garuda Select Dirikan Shalat Jumat di Birmingham Inggris...

"Para pemain harus banyak belajar dan siap dengan banyak pola karena setiap pelatih punya filosofi permainan sendiri, formai yang berbeda. Dengan demikian, pemain harus bisa beradaptasi dengan pola permainan pelatih, bukan pelatih yang beradaptasi dengan mereka (pemain)," ungkap Fakhri.

Garuda Select merupakan program hasil kerja sama PSSI dengan Super Soccer TV. Menurut rencana, program tersebut akan berlangsung selama 10 tahun, terhitung mulai periode ini di mana para pemain U-16 berlatih di Inggris menghadapi klub-klub junior di negara tersebut.

Tim Garuda Select saat ini didominasi mantan pemain Timnas U-16 besutan Fakhri ketika meraih gelar juara Piala AFF U-16 2018. Wajar jika Fakhri sudah mengenal sebagian besar dari mereka dan akan memanggilnya untuk ikut seleksi Timnas U-18 yang akan tampil dalam ajang Piala AFF U-18 2019.

Baca Juga: Skuad Garuda Select Kompak Petik Pelajaran Saat Lawan Arsenal U-16

Tim Garuda Select mulai berlatih di Inggris sejak Januari 2019 di bawah arahan duet Dennis Wise dan Des Walker. Selama bersama dua mantan pemain timnas Inggris tersebut, Garuda Select selalu menggunakan formasi 3-5-2.

Untuk laga terdekat, Garuda Select akan menghadapi Leicester City U-16 pada Senin (6/5/2019) dan Chelsea U-16 pada Sabtu (11/5/2019). Laga tersebut bisa disaksikan secara langsung via www.supersoccer.tv

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Man United Vs Everton, Wan-Bissaka Sang Monster di Lini Belakang

Man United Vs Everton, Wan-Bissaka Sang Monster di Lini Belakang

Liga Inggris
Persipura Vs Barito Putera, Djanur Bertekad Kalahkan Mutiara Hitam

Persipura Vs Barito Putera, Djanur Bertekad Kalahkan Mutiara Hitam

Liga Indonesia
Persib Vs Perseru Badak Lampung, Laga Emosional Bojan Malisic

Persib Vs Perseru Badak Lampung, Laga Emosional Bojan Malisic

Liga Indonesia
Valencia Vs Real Madrid, Benzema Selamatkan Los Blancos dari Kekalahan

Valencia Vs Real Madrid, Benzema Selamatkan Los Blancos dari Kekalahan

Liga Spanyol
Klasemen Liga Inggris Pekan ke-17, Man United dan Tottenham Rebutan Posisi 5

Klasemen Liga Inggris Pekan ke-17, Man United dan Tottenham Rebutan Posisi 5

Jadwal dan Klasemen
Fiorentina Vs Inter Milan, Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan I Nerazzurri

Fiorentina Vs Inter Milan, Gol Injury Time Gagalkan Kemenangan I Nerazzurri

Liga Italia
Persib Vs Badak Lampung, Laskar Saburai Siap Tampil Habis-habisan

Persib Vs Badak Lampung, Laskar Saburai Siap Tampil Habis-habisan

Liga Indonesia
Arsenal Vs Man City, Aksi Apik Kevin De Bruyne Hancurkan The Gunners

Arsenal Vs Man City, Aksi Apik Kevin De Bruyne Hancurkan The Gunners

Liga Inggris
Semen Padang Degradasi, Eduardo Almeida Sebut Liga 1 2019 Tak Sulit

Semen Padang Degradasi, Eduardo Almeida Sebut Liga 1 2019 Tak Sulit

Liga Indonesia
Jelang El Clasico, Barcelona Ajukan Protes ke RFEF soal Wasit

Jelang El Clasico, Barcelona Ajukan Protes ke RFEF soal Wasit

Liga Spanyol
UFC 245: Kamaru Usman Patahkan Rahang Petarung Paling Dibenci di UFC

UFC 245: Kamaru Usman Patahkan Rahang Petarung Paling Dibenci di UFC

Olahraga
Wolves Vs Tottenham Hotspur, The Lilywhites Sukses Petik 3 Poin

Wolves Vs Tottenham Hotspur, The Lilywhites Sukses Petik 3 Poin

Liga Inggris
Juventus Vs Udinese, Brace Ronaldo Warnai Kemenangan Si Nyonya Besar

Juventus Vs Udinese, Brace Ronaldo Warnai Kemenangan Si Nyonya Besar

Liga Italia
Cerita Rachmat Irianto Latihan Perdana dengan Aji Santoso, seperti Barcelona

Cerita Rachmat Irianto Latihan Perdana dengan Aji Santoso, seperti Barcelona

Liga Indonesia
Man United Vs Everton, Lindelof Bunuh Diri Bikin Setan Merah Gagal Menang

Man United Vs Everton, Lindelof Bunuh Diri Bikin Setan Merah Gagal Menang

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X