Mourinho Merasa Tak Dapat Keistimewaan Seperti Guardiola dan Klopp

Kompas.com - 02/05/2019, 20:15 WIB
Ekspresi Jose Mourinho ketika masih menangani Manchester United pada laga Liga Inggris melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris pada 20 Oktober 2018. GLYN KIRK/AFPEkspresi Jose Mourinho ketika masih menangani Manchester United pada laga Liga Inggris melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris pada 20 Oktober 2018.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho menilai dirinya tak dapat keistimewaan seperti yang diterima Josep Guardiola di Manchester City, atau Juergen Klopp di Liverpool.

Mourinho sempat 2,5 musim melatih Man United, sebelum akhirnya dipecat pada Desember 2018 akibat penampilan buruk timnya selama setengah musim.

Padahal selama menangani Man United, ia sempat mempersembahkan juara Piala Liga dan juara Liga Europa pada musim 2016-2017.

Ia juga membawa Man United finis kedua pada musim 2017-2018, meski terpaut 19 poin dari Man City yang menjadi juara.

Baca juga: Klopp Puji Pencapaian Man City Musim Ini

Baik Mourinho dan Guardiola tiba di klub masing-masing menjelang musim 2016-2017, sedangkan Klopp satu musim sebelumnya.

"Saya akan senang ke klub dan berada dalam kondisi bisa melakukan apa yang Juergen dan Pep lakukan," kata Mourinho saat menjadi komentator leg pertama semifinal Liga Champions antara Barcelona vs Liverpool di beIN Sports.

"Jika Anda melihat starter tim (Liverpool), berapa banyak dari mereka yang ada di sana ketika Juergen tiba?" ujar pria Portugal itu.

Semasa masih menangani Man United, Mou pernah mendatangkan dua pemain bintang, masing-masing Paul Pogba yang sempat jadi pemain termahal dunia, dan kemudian Alexis Sanchez yang direkrut dari Arsenal.

Walau demikian, Mou tetap merasa tak mendapat perlakuan seperti yang didapat Guardiola dan Klopp.

Baca juga: Guardiola Sebut Tim Lain Perlu 100 Poin untuk Kalahkan Man City

Menurut Mou, Kloop sudah hampir empat musim menangani Liverpool tanpa mempersembahkan satupun piala. Namun Klopp dinilai masih mendapat kepercayaan dari manajemen Liverpool.

"Ketika Pep tidak senang dengan bek sayap yang dia miliki (di Man City pada 2016-17), di musim panas berikutnya dia membeli empat full-back yang dia sukai," lanjut Mou.

"Ketika dia membeli satu kiper seperti Claudio Bravo dan tidak senang dengan Claudio Bravo, musim berikutnya dia membeli Ederson," tambah Mou.

Atas dasar itu, Mou menyatakan tidak akan mau lagi menerima pinangan sebuah klub tanpa tanpa tahu persis apa yang diinginkan manajemen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber GOAL
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X