AC Milan Vs Lazio, Ada Pelecehan Rasial dan Penghormatan ke Mussolini

Kompas.com - 25/04/2019, 12:40 WIB
Bakayoko dan Kessie membentangkan kostum Acerbi ke hadapan pendukung AC Milan usai laga kontra Lazio, Selasa (16/4/2019) AFPBakayoko dan Kessie membentangkan kostum Acerbi ke hadapan pendukung AC Milan usai laga kontra Lazio, Selasa (16/4/2019)
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Laga semifinal Coppa Italia antara AC Milan vs Lazio diwarnai pelecehan rasial dan penghormatan ke diktator fasis Italia, Benito Mussolini.

Laga AC Milan vs Lazio berlangsung di Stadion San Siro pada Rabu (24/4/2019) atau Kamis dini hari WIB.

Beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, beberapa pendukung garis keras Lazio memasang spanduk untuk menghormati Mussolini. Mereka juga melakukan penghormatan fasis di dekat Piazzale Loreto, alun-alun Milan, di mana Mussolini dieksekusi pada 1945.

Aksi itu dilakukan hanya sehari sebelum hari libur nasional Italia untuk memperingati berakhirnya rezim fasisme Mussolini.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Benito Mussolini Dieksekusi

Jelang laga dimulai, sebagian para penggemar Lazio juga melakukan aksi pelecehan rasial yang ditujukan ke pemain Milan, Tiémoué Bakayoko ,di luar gerbang San Siro.

Aksi tersebut terus berlanjut saat para pemain melakukan pemanasan. Untungnya penggemar Milan di dalam stadion melawan aksi tersebut dengan lagu mereka sendiri untuk mendukung Bakayoko.

Laga AC Milan vs Lazio berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim tamu. Lazio pun memastikan satu tempat di final.

Setelah pertandingan, pihak klub mengutuk perilaku beberapa pendukungnya. Tetapi, mereka juga menolak anggapan yang menyebut aksi itu dilakukan seluruh pendukung Lazio.

"SS Lazio jelas menjauhkan diri dari perilaku dan demonstrasi yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai olahraga yang dipertahankan dan dipromosikan oleh klub selama 119 tahun," kata pernyataan tertulis klub.

"Klub selalu berjuang untuk menghormati hukum dan perilaku yang benar."

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini merilis pernyataan di Twitter yang mengatakan tidak ada toleransi untuk segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.

Baca juga: Lawan Pelecehan Rasial, Pemain Liga Inggris Boikot Media Sosial

"Saya berterima kasih kepada kepolisian yang secara cermat memantau situasi. Sepak bola harus menjadi kesempatan untuk merayakan dan bertemu, bukan pertengkaran dan bentrokan," tulis Salvini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber GOAL
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X