6 Profesi di Industri Esports, Berani Mencoba?

Kompas.com - 25/04/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi E-Sports IstimewaIlustrasi E-Sports
|

KOMPAS.com - Olahraga elektronik atau esports saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Seiring perkembangan industri esports tersebut, profesi dan peluang karier semakin terbuka. 

Menurut data dari Newzoo yang GridGames kutip dari laman KompasTekno, Indonesia menempati urutan ke-16 pasar gaming global pada tahun 2017.

Jumlah penggiat gaming juga terbilang banyak, yakni 43,7 juta gamer.

Perkembangan industri esports juga terlihat dari berbagai turnamen game yang semakin banyak digelar di sekitar kita.

Baca juga: PUBG Corp Raih Laba Rp 13 Triliun pada 2018

Berikut ini pilihan profesi di industri eSport yang bisa ditekuni oleh kaum milenial: 

1. Content Creator

Seiring berkembangnya esports, konten dalam kategori game sangat amat banyak bermunculan, dari bentuk video hingga artikel.

Di sinilah content creator akan bertugas mengelola segala konten yang berhubungan dengan game atau eSport.

2. Caster

Sama halnya dengan olahraga lain, esports membutuhkan caster atau komentator saat pertandingan. Tugasnya berkomentar saat pertandingan esports berlangsung.

Kalian harus memahami seluk beluk game yang sedang dipertandingkan dan wajib memiliki pengetahuan yang luas.

3. Analisis pertandingan

Analis pertandingan esports biasanya lebih dari dua orang. Untuk menjadi analis, mereka dituntut benar-benar memahami teknis bermain game.

4. Pembawa acara

Pertandingan esports identik dengan kemeriahan bernuansa garang.

Sebab itulah, pembawa acara pertandingan esports dituntut untuk heboh, demi menghidupkan suasana pertandingan.

Selain itu, pembaca acara juga wajib paham soal game yang dipertandingkan, seperti halnya caster.

Suasana penutupan turnamen eSports, Southeast Asia Cyber Arena (SEACA), di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Minggu (21/10/2010).DOK. UniPin eSports Suasana penutupan turnamen eSports, Southeast Asia Cyber Arena (SEACA), di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Minggu (21/10/2010).

5. Manajer Tim

Esports merupakan permainan tim. Kekompakan tim diperlukan untuk meraih kemenangan.

Di balik para atlet tangguh, dibutuhkan seorang manajer tim yang bertugas mengatur jadwal tim untuk membangun kekompakan.

Manajer harus bisa mencocokan jadwal latihan tim.

Ia juga bertanggung jawab penuh untuk timnya, termasuk masalah kontrak pemain, mencari bakat baru, dan memotivasi timnya.

6. Pelatih

Seperti olahraga lainnya, esports juga memerlukan bimbingan pelatih untuk mengembangkan strategi jitu.

Pelatih juga bertugas menakar kelemahan dan keunggulan lawan, untuk menyipakan strategi timnya.

Pelatih esports tentu saja harus memiliki pengetahuan lebih dalam soal eSport, termasuk teknik-tekniknya.

Selain beberapa profesi di atas, adapula tim pendukung yang juga sangat dibutuhkan. Seperti developer (pengembang) dan teknisi untuk memastikan perlengkapan gaming lebih optimal.

Jika industri eSport berkembang, industri lain pun bisa bersinggungan, seperti penulis naskah game, atau pembuat film yang diadaptasi dari game populer.

Perkembangan eSport ini membuat milenial menjadi lebih kreatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Nggak heran kalau dunia eSport banyak digandrungi milenial.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X