Juventus Vs Ajax, Ronaldo Saja Tak Cukup untuk Bantu Juve Sukses

Kompas.com - 17/04/2019, 12:56 WIB
Cristiano Ronaldo mendapat pengawalan ketat dari Matthijs de Ligt pada pertandingan Juventus vs Ajax Amsterdam dalam perempat final Liga Champions di Stadion Allianz, 16 April 2019. AFP/ISABELLA BONOTTO Cristiano Ronaldo mendapat pengawalan ketat dari Matthijs de Ligt pada pertandingan Juventus vs Ajax Amsterdam dalam perempat final Liga Champions di Stadion Allianz, 16 April 2019.

KOMPAS.com - Massimiliano Allegri menyampaikan penilaian atas kondisi timnya usai kalah di laga Juventus vs Ajax Amsterdam.

Juventus kalah 1-2 dari Ajax pada laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadio Allianz, Turin, Selasa (16/4/2019) atau Rabu dini hari WIB.

Menurut Allegri, Cristiano Ronaldo saja tak cukup untuk membantu Juve sukses dan mengatasi apa yang dinilainya sebagai "situasi darurat".

Allegri menganggap ketika suatu tim sudah mencapai perempat final, maka tim tersebut tidak bisa hanya bergantung pada satu pemain.

"Ronaldo telah memberi kami banyak hal selama musim ini, tetapi ketika Anda mencapai perempat final, Anda membutuhkan setiap pemain," katanya kepada Sky Sports.

Baca juga: Juventus Vs Ajax, Cristiano Ronaldo dkk Tersingkir

“Saya selalu mengatakan bahwa untuk memenangkan Liga Champions, Anda harus mencapai tahap tertentu dalam kondisi baik dan dengan tingkat kebugaran yang baik," tambahnya.

Allegri menjelaskan bahwa timnya kehilangan 4-5 pemain inti dalam laga melawan Ajax. Ia meyakini kurangnya pilihan pemain membuat Juve terpaksa menggunakan pemain yang tidak berpengalaman dari bangku cadangan dalam pertandingan yang sangat penting.

Untuk ke depan, ia menilai perlu ada banyak pemain muda dalam skuad yang perlu bermain dan mendapatkan pengalaman.

“Kami memiliki banyak pemain yang berjuang dengan masalah kebugaran dan leg kedua hanya terpisah satu minggu," ujar Allegri.

Baca juga: 3 Fakta Menarik dari Pertandingan Juventus Vs Ajax

"Kami memiliki pemain muda seperti (Moise) Kean pada babak kedua, tetapi ada efek knock-on, karena memungkinkan De Jong (gelandang Ajax Frenkie De Jong) lebih banyak waktu menguasai bola dan Ajax mengambil kendali," pungkasnya.

 




Close Ads X