Kevin De Bruyne dan Kisah Masa-masa Tersulit Hidupnya

Kompas.com - 15/04/2019, 21:47 WIB
Gelandang Manchester City, Kevin de Bruyne, diindikasikan kembali mengalami cedera pada pertandingan Piala Liga Inggris melawan Fulham di Stadion Etihad, Kamis (1/11/2018).
TWITTER.COM/MANCITY Gelandang Manchester City, Kevin de Bruyne, diindikasikan kembali mengalami cedera pada pertandingan Piala Liga Inggris melawan Fulham di Stadion Etihad, Kamis (1/11/2018).

KOMPAS.com - Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, membuka diri soal masa-masa tersulit dalam hidupnya lewat sebuah tulisan di situs The Players Tribune.

Kevin De Bruyne merupakan salah satu gelandang terbaik Manchester City dalam satu dekade terakhir. Pemain internasional Belgia tersebut telah memperkuat Manchester City dalam empat musim terakhir, menggondol satu gelar Liga Inggris dan tiga kali Piala Liga.

Pemenang penghargaan Playmaker of the Season Liga Inggris 2017-2018 ini merupakan anggota timnas Belgia pada Piala Dunia 2018, di mana ia menjadi pemain dengan assist terbanyak di Rusia.

Di Players Tribune, De Bruyne bercerita soal kesulitan masa lalu yang membentuk kehidupannya.

"Saya membuat keputusan yang mengubah hidup saya, ketika berusia 14 tahun. Saya pindah sendirian dari satu sisi Belgia ke sisi lainnya setelah mendapat kesempatan untuk bermain bagi tim akademi Genk," tulisnya.

Baca Juga: Tekuk Crystal Palace, Man City Makin Perkasa di Kandang Tim-tim London

"Masalahnya, saya seorang yang pemalu di kota kelahiran saya. Di Genk, saya adalah anak baru dari bagian negara lain dengan aksen bicara yang lucu," ujarnya.

Ia mengaku bahwa ketika itu ia hampir tiap hari merasa kesepian karena satu-satunya hari libur, hari Minggu, ia pakai untuk kembali ke keluarganya.

Kesempatan bersosialisasi dengan anak-anak lain sangat minim mengingat mereka sudah harus tidur pada jam De Bruyne kembali dari latihan sepak bola.

"Dua tahun pertama di akademi mungkin adalah tahun-tahun paling kesepian sepanjang hidup saya," lanjutnya.

De Bruyne menceritakan bahwa satu-satunya alasan yang membuatnya tegar adalah fakta bahwa ia bermain sepak bola. Ketika ia bermain, segala masalah seperti menghilang.

De Bruyne lalu bercerita soal masalah dengan keluarga angkat yang dipekerjakan klub untuk menampung para pemain muda.

Page:



Close Ads X