Pochettino: Gaya Bermain Harry Kane Menyebabkan Cedera

Kompas.com - 13/04/2019, 22:42 WIB
Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, ditekel gelandanng Manchester City, Fabian Delph, sebelum meninggalkan lapangan karena cedera pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Tottenham Hotspur, 10 April 2019.Ian KINGTON / IKIMAGES / AFP Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, ditekel gelandanng Manchester City, Fabian Delph, sebelum meninggalkan lapangan karena cedera pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Tottenham Hotspur, 10 April 2019.

KOMPAS.com - Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino menilai gaya permainan Harry Kane adalah penyebab utama dari cedera pergelangan kaki yang dialami sang pemain saat laga melawan Manchester City, di leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa (9/4/2019) atau Rabu dini hari WIB.

Cedera tersebut membuat Kane terancam absen di sisa laga musim ini. Pada laga melawan Man City, Kane ditarik pada menit ke-58.

Menurut Pochettino, Kane adalah tipikal pemain yang senang duel memperebutkan bola dengan lawan.

"(Gaya permainan) itu menunjukkan bagaimana dia. Dia adalah Harry Kane karena dia berperilaku seperti ini di masa lalu," kata Pochettino.

Baca juga: Tottenham Vs Man City, Harry Kane Bisa Absen hingga Akhir Musim

Banyak yang mengkhawatirkan cederannya Kane berdampak langsung ke Tottenham. Tim tersebut kini tengah menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan, dan berupaya finis di empat besar.

Cedera yang dialami Kane dilaporkan merupakan cedera yang sama yang membuatnya sempat absen dari Januari-Maret lalu.

Insiden baru-baru ini adalah kelima kalinya Kane menderita cedera pergelangan kaki sejak September 2016.

Pochettino mengatakan masalah terus-menerus seperti itu dapat berdampak pada mental pesepak bola.

Baca juga: Idolakan Tom Brady, Harry Kane Tertarik Berkarier di NFL

"Ketika Anda menderita sekali, dua kali atau ketiga kalinya, di kepala Anda adalah normal bahwa Anda akan selalu memikirkannya. Tapi saya tidak percaya itu akan menjadi masalah kronis," ujar juru taktik asal Argentina itu.




Close Ads X