Kompas.com - 07/04/2019, 10:00 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Catatan pertandingan menyebutkan bahwa Diego Costa diusir dari laga Barcelona vs Atletico Madrid akibat umpatan kasar pada wasit.

Dalam laga pekan ke-31 La Liga yang dihelat di Stadion Camp Nou, Sabtu (6/4/2019) atau Minggu dini hari WIB, Costa diusir pada menit ke-28. Barca akhirnya menang 2-0 melalui gol Luis Suarez (85') dan Lionel Messi (87').

Tak cuma mengumpat dengan kata kasar, seusai diusir pun, Costa sempat memegang tangan wasit. Dia berupaya mencegah wasit memberikan kartu kuning pada dua pemain Atletico yang memprotes pengusiran Costa, yakni Jose Gimenez dan Diego Godin.

Baca juga: Barca vs Atletico, Gol Messi-Suarez Hampir Samai Gol Total Real Madrid

Setelah wasit memberi kartu kuning untuk Gimenez dan Godin, Costa kembali mengumpat wasit. Setelah itu, bek Barcelona, Gerard Pique datang mendekatinya dan mengatakan "kau akan melewatkan empat pertandingan".

Wasit Gil Manzano pun mengungkapkan umpatan yang dilontarkan Costa kepadanya. Dia mengatakan bahwa Costa telah menghina ibunya dengan kata-kata tak pantas.

"Pada menit ke-28 pemain Diego Da Silva Costa harus meninggalkan lapangan karena motif berikut: Dia berteriak keras kepada saya dengan kata-kata berikut: 'Anda adalah putra pelac*r'," tulis Gil dalam laporan pertandingan, yang dilansir Mundo Deportivo.

Seusai laga, pelatih Atletico, Diego Simeone, mengaku bahwa tak tahu siapa yang harus dipercaya dalam kejadian pengusiran Costa.

"Dalam 11 pertandingan, kami mendapatkan tujuh kartu merah. Jadi, kami pasti melakukan sesuatu yang salah," kata Simeone ketika ditanya tentang Costa.

Baca juga: Barcelona Vs Atletico, Valverde Belum Anggap Timnya Juara

"Saya bertanya kepada wasit dan dia mengatakan kepada saya sesuatu yang tidak Costa katakan kepada saya. Pemain lain juga mengatakan hal yang sama dan tidak diusir, tetapi itu tidak membenarkan apa yang dilakukan Diego," lanjut Simeone.

Menurut juru taktik asal Argentina itu, wasit memang punya keleluasaan untuk menentukan apakah seorang pemain melakukan penghinaan atau tidak. Namun, terkadang, aturan tersebut tidak berlaku sama.

"Mereka mengusir (Fernando) Torres (pada musim 2015/2016), mengirim Torres, seorang ikon! Karena itu, siapa pun dapat diusir," ucap Simeone.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Marca
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Malaysia Open 2022: Diwarnai Protes ke Umpire, Ahsan/Hendra Menang Comeback

Hasil Malaysia Open 2022: Diwarnai Protes ke Umpire, Ahsan/Hendra Menang Comeback

Sports
Head to Head Persib vs PSS, Sulitnya Mengalahkan Maung Bandung

Head to Head Persib vs PSS, Sulitnya Mengalahkan Maung Bandung

Liga Indonesia
Milomir Seslija Akan Reuni dengan PSM Makassar di Babak 8 Besar Piala Presiden 2022

Milomir Seslija Akan Reuni dengan PSM Makassar di Babak 8 Besar Piala Presiden 2022

Liga Indonesia
Jadwal Lengkap Piala AFF U19 2022, Indonesia Vs Vietnam dan Thailand

Jadwal Lengkap Piala AFF U19 2022, Indonesia Vs Vietnam dan Thailand

Liga Indonesia
Piala AFF U19 2022, Vietnam Pasang Target Tinggi Lawan Indonesia

Piala AFF U19 2022, Vietnam Pasang Target Tinggi Lawan Indonesia

Liga Indonesia
Cara Menerima Passing agar Bola Mudah untuk Dikontrol

Cara Menerima Passing agar Bola Mudah untuk Dikontrol

Sports
Demi Jadi Juara Umum ASEAN Para Games 2022, Indonesia Incar 105 Medali Emas

Demi Jadi Juara Umum ASEAN Para Games 2022, Indonesia Incar 105 Medali Emas

Sports
Liga Italia 2022-23 Kembali ke Format 59 Tahun Silam, Ada Play-off Scudetto

Liga Italia 2022-23 Kembali ke Format 59 Tahun Silam, Ada Play-off Scudetto

Liga Italia
Meski RANS Buang-buang Kesempatan, Rahmad Darmawan Tidak Kecewa

Meski RANS Buang-buang Kesempatan, Rahmad Darmawan Tidak Kecewa

Liga Indonesia
Jersey Baru Timnas Indonesia: Merah Menyala, Bawa Aura Emas SEA Games 1987

Jersey Baru Timnas Indonesia: Merah Menyala, Bawa Aura Emas SEA Games 1987

Sports
Awal Impresif Viktor Axelsen di Malaysia Open 2022: Bulu Tangkis Hidup dan Pekerjaan Saya

Awal Impresif Viktor Axelsen di Malaysia Open 2022: Bulu Tangkis Hidup dan Pekerjaan Saya

Sports
Hasil Malaysia Open 2022: Fitriani Gugur, Tunggal Putri Indonesia Tersisa Gregoria

Hasil Malaysia Open 2022: Fitriani Gugur, Tunggal Putri Indonesia Tersisa Gregoria

Badminton
Termasuk Indonesia, 5 Negara Sudah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

Termasuk Indonesia, 5 Negara Sudah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

Liga Indonesia
Perempat Final Piala Presiden 2022: Persib Tanpa Nick Kuipers dan David da Silva Saat Lawan PSS

Perempat Final Piala Presiden 2022: Persib Tanpa Nick Kuipers dan David da Silva Saat Lawan PSS

Liga Indonesia
Chelsea dan Arsenal Berlomba untuk Boyong Raphinha, Siapa Unggul?

Chelsea dan Arsenal Berlomba untuk Boyong Raphinha, Siapa Unggul?

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.