Mencegah Cedera dengan Pijat Olahraga

Kompas.com - 04/04/2019, 21:16 WIB
Mantan atlet pelatnas bulu tangkis, Carmelita rutin jalani terapi pijat olahraga Mantan atlet pelatnas bulu tangkis, Carmelita rutin jalani terapi pijat olahraga

JAKARTA, Kompas.com - Sport massage bisa menjadi jawaban atas berbagai permasalahan pada otot, ketika terjadi cedera otot pada atlet atau sport enthusiast yang menjalani rutinitas olahraga yang berat, atau bagi pegawai kantoran super sibuk yang kerap mengalami masalah sakit punggung atau pinggang.

Mantan pemijat atlet nasional Sugiat Moeljo Soedarmo, pendiri Giat Kurnia, mengungkapkan, “Sport massage beda dengan pijat biasa. Sport massage berfokus pada tiga hal. Pertama, yang dilakukan satu jam sebelum aktivitas olahraga untuk mempersiapkan otot menjadi lentur dan mencegah cedera. Kedua, sehabis olahraga atau setelah atlet bertanding, fokusnya relaksasi otot. Ketiga, untuk mengatasi masalah atau cedera otot, mulai dari sakit pinggang, sakit punggung, terkilir hingga saraf kejepit.”

Sugiat sendiri memulai kariernya lewat pendidikan khusus sport massage dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 1987. Sugiat yang 18 tahun berkarier di Pelatnas PBSI juga mendukung para atlet Indonesia ke 30 negara dalam ajang SEA Games, ASIAN Games hingga Olimpiade. Selama lebih dari 30 tahun Sugiat telah memijat ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga mulai dari Bulu Tangkis, Basket, dan Golf. Marcus “Minions”, Greysia Polii, Hendra Setiawan, Yayuk Basuki dan Ricky/Rexy pernah merasakan pijatan Sugiat.

Dengan tujuan agar manfaat sport massage bisa dirasakan oleh semua kalangan, Sugiat bersama pengusaha sekaligus sport enthusiast Rudy Kurniawan, mendirikan Giat Kurnia sejak 2012. Belum lama ini, tepatnya pada 30 Maret 2019, Giat Kurnia baru saja merelokasi serta meresmikan gerai pusat terbarunya di Jl. Agung Utara Raya Blok A 36D No.47, Sunter, Jakarta.

Rudy Kurniawan, Pendiri Giat Kurnia yang lain menjelaskan, “Gerai baru Giat Kurnia menghadirkan fasilitas yang lebih besar dan modern, dengan kapasitas 22 ruangan, dan 22 terapis. Selain layanan sport massage, juga ada layanan pijat relaksasi, refleksi, serta pijat bayi dan balita, dengan harga mulai dari Rp70 ribu hingga Rp250 ribu. Khusus bulan April 2019 ada promo pembukaan diskon 10% di gerai Giat Kurnia Sunter. Untuk informasi dan perjanjian dapat menghubungi Giat Kurnia Sunter di 021 2265 7603 atau Giat Kurnia Mall Airport Hub di 021 2252 3063.”

Para atlet, sport enthusiast, pejabat, pengusaha, profesional, karyawan yang memiliki masalah otot menjadi pelanggan Giat Kurnia, selain juga klien yang datang untuk relaksasi bagi keluarga. Salah satunya Carmelita, mantan atlet bulu tangkis nasional peringkat 8 dunia.

“Saya sudah kenal Pak Sugiat lebih dari 25 tahun, dan rutin menjalani sport massage. Dahulu ketika menjadi atlet, masalahnya lebih banyak di pergelangan kaki atau lengan. Sekarang dengan profesi baru sebagai pengacara dan pendiri The Clients’ Law Firm yang berkantor di Kemayoran, saya rutin ke gerai Giat Kurnia Sunter untuk mengatasi sakit pinggang dan punggung akibat rutinitas pekerjaan. Bagi saya, sport massage Giat Kurnia masih yang terbaik dan nomor satu,” kata Carmelita.  

Dua Pendiri Giat Kurnia: Sugiat Moeljo Soedarmo, pemijat atlet nasional (kanan) bersama Rudy Kurniawan, pengusaha sekaligus sport enthusiast (kiri). Dua Pendiri Giat Kurnia: Sugiat Moeljo Soedarmo, pemijat atlet nasional (kanan) bersama Rudy Kurniawan, pengusaha sekaligus sport enthusiast (kiri).

Di tengah berat dan padatnya aktivitas olahraga maupun pekerjaan, berikut beberapa tips untuk mencegah serta mengatasi cedera otot, dari Pemijat Atlet Nasional sekaligus Pendiri Giat Kurnia, Sugiat Moeljo Soedarmo:

Pertama, bagi atlet atau sport enthusiast tentunya harus selalu melakukan pemanasan, peregangan dan pendinginan otot dengan teknik dan urutan yang benar setiap kali berolahraga. Sementara bagi pekerja kantoran yang banyak duduk juga bisa melakukan teknik peregangan otot sederhana selama 5 sampai 10 menit.

Kedua, rutin melakukan sport massage. Dalam hal ini selalu konsultasi dengan terapis untuk menentukan fokus serta frekuensi sport massage. Hal ini mengingat kondisi setiap orang berbeda, ada yang membutuhkan sport massage cukup satu kali sebulan atau harus satu kali seminggu. Juga pastikan memilih terapis yang paham anatomi otot dan mengerti teknik sport massage. Apabila sampai merasakan sakit yang luar biasa ketika sport massage, artinya tekniknya tidak benar.

Ketiga, ketika terjadi cedera atau masalah otot, pertama-tama selalu kompres dengan es, atau rendam bagian yang cedera dalam air es dan hindari memberikan tekanan pada otot yang cedera. Jangan pernah mengompres dengan air panas karena dapat menyebabkan cedera semakin memburuk. Pastikan cedera otot ditangani oleh spesialis kedokteran olahraga atau sport massage profesional.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X