Serangan Jantung Tewaskan Penyintas Kecelakaan Maut Klub Chapecoense

Kompas.com - 28/03/2019, 21:24 WIB
Peti mati sejumlah pemain Chapecoense yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat di Kolombia pada Senin (28/11/2016).  Raul ARBOLEDA / AFP Peti mati sejumlah pemain Chapecoense yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat di Kolombia pada Senin (28/11/2016).

BRASIL, KOMPAS.com - Masih ingat kecelakaan pesawat terbang yang menewaskan mayoritas pemain klub Chapecoense pada November 2016?

Klub anggota Liga Brasil itu dalam perjalanan tandang untuk Piala Sudamericana di Medellin, Kolombia.

Tim dan ofisial naik pesawat terbang dari Santa Cruz de la Sierra di Bolivia.

Dalam penerbangan itulah, kecelakaan maut terjadi. Pesawat jatuh dan menewaskan 71 dari 77 penumpangnya.

Dari jumlah yang tewas itu, 38 orang adalah pemain dan ofisial klub.

Nah, dari penumpang yang selamat, Rafael Henzel adalah salah satunya.

Jurnalis

Henzel adalah jurnalis Brasil yang ikut serta meliput kegiatan Chapecoense.

Pada saat kecelakaan terjadi, Henzel berusia 45 tahun.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, laman cnn.com mengutip laman globo.com, Henzel meninggal dunia lantaran serangan jantung.

Kala itu, Henzel tengah bermain sepak bola di Chapeco. Dia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama namun nyawanya tak terselamatkan.

Sejatinya, andai tak terburu dijemput ajal, Henzel bakal bertugas meliput laga Chapecoense melawan Cricluma pada Rabu (3/4/2019).

Ribuan suporter mengenang tragedi kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa mayoritas pemain Chapecoense. Aksi respek ini dilakukan di markas klub, Arena Conda, Chapeco, Brasil, 30 November 2016.Nelson Almeida/AFP Ribuan suporter mengenang tragedi kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa mayoritas pemain Chapecoense. Aksi respek ini dilakukan di markas klub, Arena Conda, Chapeco, Brasil, 30 November 2016.




Close Ads X