Timnas U-23 Indonesia Berterima Kasih kepada Ezra Walian

Kompas.com - 23/03/2019, 10:21 WIB
Indra Sjafri dan Nova Arianto memimpin latihan Ezra Walian, Nurhidayat, dan para pemain Timnas U-23 Indonesia jelang laga kualifikasi Piala Asia U-23 2020, 21 Maret 2019. DOK. PSSI Indra Sjafri dan Nova Arianto memimpin latihan Ezra Walian, Nurhidayat, dan para pemain Timnas U-23 Indonesia jelang laga kualifikasi Piala Asia U-23 2020, 21 Maret 2019.

KOMPAS.com - Bek tim nasional U-23 Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, berterima kasih atas dukungan dari rekannya Ezra Walian yang baru dinyatakan dilarang memperkuat timnas Indonesia oleh FIFA.

"Kami berterima kasih kepada Ezra yang selalu mendukung kami di sini meski dia tidak bermain," ujar Asnawi.

Menurut pemain asal Makassar itu, apa yang dilakukan oleh Ezra memberikan semangat untuk skuat asuhan pelatih Indra Sjafri.

Ezra Walian, pemain naturalisasi dari Belanda, tidak diperkenankan tampil untuk tim nasional Indonesia sejak Kamis (21/3/2019) atau sebelum laga perdana kualifikasi Piala Asia U-23 2020 AFC di Vietnam oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

FIFA menganggap Ezra melanggar aturan terkait perpindahan status kewarganegaraan. Pangkalnya, Ezra yang dinaturalisasi pada tahun 2017 itu pernah bermain di timnas U-17 Belanda di kualifikasi Piala Eropa U-17 pada tahun 2013.

Baca juga: Ezra Walian Masih Punya Peluang untuk Bela Timnas Indonesia...

Ezra memutuskan untuk tetap tinggal di Vietnam demi memberikan dukungan kepada rekan-rekannya sampai kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 usai pada Selasa (26/3/2019).

Dia tampak bersama sang ayah Glenn Arthur di bangku penonton saat timnas U-23 berlaga kontra Thailand di laga perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Jumat (22/3/2019), yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan Thailand.

Pemain berusia 21 tahun tersebut sempat mengunggah momen itu di akun media sosial Instagram pribadinya.

Ezra mengaku sedih dengan keputusan FIFA dan menuliskan kalimat, "Saya sebenarnya sangat sedih. Tapi, saya memutuskan untuk tetap setia dan tinggal bersama tim di Vietnam hingga kualifikasi selesai. Saya akan menjadi pemain ke-12 di tribun, dan berteriak menyemangati kalian. Semangat Timnas! Kalahkan mereka semua, Aku yakin kita bisa dan lolos. Garuda di dadaku!"




Close Ads X