Nama Asistennya Disebut dalam Suap KONI, Ini Kata Imam Nahrawi

Kompas.com - 22/03/2019, 19:40 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) memberikan keterangan kepada media tentang OTT yang dilakukan oleh KPK terkait dana hibah Kemenpora ke KONI, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (19/12/2018). Imam Nahrawi meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan atlet di Indonesia atas terjadinya peristiwa itu dan menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada KPK. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) memberikan keterangan kepada media tentang OTT yang dilakukan oleh KPK terkait dana hibah Kemenpora ke KONI, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (19/12/2018). Imam Nahrawi meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan atlet di Indonesia atas terjadinya peristiwa itu dan menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada KPK.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama asisten Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, disebut dalam sidang suap di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/3/2019).

Miftahul disebut menjadi pengarah pemberian uang dari pejabat KONI kepada sejumlah pejabat Kemenpora. Hal itu dijelaskan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dalam surat dakwaan terhadap Sekretaris Jenderal KONI Endang Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy.

Ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (22/3/2019), Imam meyakinkan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus suap tersebut.

"Kami akan melihat nanti antara fakta dan opini yang dibangun. Tentu saya juga tidak tahu siapa yang membuat inisial-inisial itu, termasuk siapa yang menafsirkan inisial itu, dan saya pastikan saya tidak terlibat, dan saya tidak tahu-menahu," kata Imam.

Imam menyatakan akan menghargai dan siap mengikuti proses hukum yang berjalan. Ia pun menyatakan siap memenuhi panggilan jika diperlukan. Sebab, dengan cara itulah ia bisa memberikan penjelasan.

Baca juga: Asisten Imam Nahrawi Arahkan Sekjen KONI Buat Daftar Pejabat yang Terima Uang

"Makanya, saya terus terang akan menghargai proses itu. Namun, jangan bangun opini yang tidak sesuai dengan fakta hukum. Begitu saja," ucap politisi PKB itu.

"Tafsirkan sendiri antara opini dan fakta hukum karena siapa pun bisa menulis apa pun. Namun, tentu saya tidak merasa dan tidak tahu-menahu tentang hal itu," kata Imam.

Menurut jaksa KPK, Miftahul pernah mengarahkan agar terdakwa Endang mencatat daftar pejabat Kemenpora yang akan menerima uang. Komitmen fee dalam suap KONI terkait proposal dukungan KONI dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018. Dana yang diminta dalam proposal itu sejumlah Rp 17,9 miliar.

Adapun, dalam daftar yang dibuat Suradi tertulis inisial MLY, yang berarti Mulyana, sejumlah Rp 400 juta. Kemudian, AP yang berarti Adhi Purnomo selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora sebesar Rp 250 juta. Selain itu, EK yang memaksudkan Eko Triyanta selaku staf Kemenpora sebesar Rp 20 juta.

Baca juga: Sekjen KONI Didakwa Menyuap Pejabat Kemenpora Terkait Dana Hibah

Menurut jaksa, Miftahul sejak awal mengarahkan agar pejabat KONI memberikan fee kepada pihak Kemenpora RI.

Selanjutnya, dalam rangka memenuhi permintaan komitmen fee tersebut, Johny bersama Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, memberikan hadiah berupa uang dan barang kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana.

Awalnya, KONI mengajukan proposal persetujuan dan pencairan dana hibah dari Kemenpora. Dana tersebut untuk pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Proposal tersebut kemudian disetujui Kemenpora dengan jumlah yang akan diberikan sebesar Rp 30 miliar dari yang diminta Rp 50 miliar. Setelah itu, Ending disarankan oleh Mulyana agar berkoordinasi dengan Miftahul Ulum. Koordinasi itu untuk menentukan jumlah komitmen fee yang harus diberikan KONI kepada pihak Kemenpora.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Floyd Mayweather Jr Legawa Andai Rekornya Dipecahkan Manny Pacquiao

Floyd Mayweather Jr Legawa Andai Rekornya Dipecahkan Manny Pacquiao

Sports
Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov Pernah Akrab Sebelum Jadi Musuh

Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov Pernah Akrab Sebelum Jadi Musuh

Sports
WTT Izinkan 500 Penonton Hadir

WTT Izinkan 500 Penonton Hadir

Sports
Kini, Ada Aplikasi Sorak-Sorai Penonton di Stadion Kosong

Kini, Ada Aplikasi Sorak-Sorai Penonton di Stadion Kosong

Internasional
India Tetap Siapkan Ajang Piala Dunia Putri U-17

India Tetap Siapkan Ajang Piala Dunia Putri U-17

Internasional
Kamaru Usman Vs Conor McGregor Bisa Jadi Pembuktian Siapa Petarung Terbaik di UFC

Kamaru Usman Vs Conor McGregor Bisa Jadi Pembuktian Siapa Petarung Terbaik di UFC

Sports
Justin Gaethje dan Khabib Nurmagomedov Bisa Jadi Lawan Conor McGregor Sebelum Akhir 2020

Justin Gaethje dan Khabib Nurmagomedov Bisa Jadi Lawan Conor McGregor Sebelum Akhir 2020

Sports
Hak Klub Dicairkan, Persipura Langsung Salurkan Donasi untuk Penanganan Covid-19

Hak Klub Dicairkan, Persipura Langsung Salurkan Donasi untuk Penanganan Covid-19

Liga Indonesia
Umuh Muchtar Berharap ada Jalan Terbaik Terkait Nasib Liga 1 2020

Umuh Muchtar Berharap ada Jalan Terbaik Terkait Nasib Liga 1 2020

Liga Indonesia
BWF Longgarkan Regulasi bagi Pebulu Tangkis Top Terkait 12 Turnamen dalam Setahun

BWF Longgarkan Regulasi bagi Pebulu Tangkis Top Terkait 12 Turnamen dalam Setahun

Badminton
Kisah Pebulu Tangkis Inggris yang Bangkit Usai Kehilangan Rambut

Kisah Pebulu Tangkis Inggris yang Bangkit Usai Kehilangan Rambut

Badminton
Logo Shopee Hilang, Bukan Berarti Kerja Sama dengan Liga 1 Putus

Logo Shopee Hilang, Bukan Berarti Kerja Sama dengan Liga 1 Putus

Liga Indonesia
Jika Conor McGregor Superman, Khabib Nurmagomedov adalah Kryptonite-nya

Jika Conor McGregor Superman, Khabib Nurmagomedov adalah Kryptonite-nya

Sports
Persebaya Berharap PSSI Segera Ambil Keputusan soal Nasib Kompetisi Liga 1 2020

Persebaya Berharap PSSI Segera Ambil Keputusan soal Nasib Kompetisi Liga 1 2020

Liga Indonesia
Pandemi Corona, AFC Luncurkan Kampanye Kepedulian

Pandemi Corona, AFC Luncurkan Kampanye Kepedulian

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X