Pengangkatan Gusti Randa Tidak Sesuai Statuta PSSI

Kompas.com - 20/03/2019, 10:40 WIB
Plt Ketua Umum PSSI, Gusti Randa saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Kompas.com/Alsadad RudiPlt Ketua Umum PSSI, Gusti Randa saat ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
|

 

KOMPAS.com - Pengangkatan Gusti Randa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI dianggap ilegal karena melanggar statuta PSSI.

Gusti Randa ditetapkan sebagai PLT Ketua Umum PSSI berdasarkan surat keputusan (SK) yang ditandatangani Joko Driyono, setelah menggelar rapat Komite Eksekutif pada Selasa (19/3/2019).

Joko Driyono sendiri adalah Plt Ketua Umum PSSI yang menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri dalam Kongres PSSI di Bali, 20 Januari 2019.

Jokdri ditunjuk Edy karena merupakan Wakil Ketua Umum PSSI yang paling senior dibandingkan dengan Wakil Ketua Umum PSSI lainnya, Iwan Budianto.

Namun, Jokdri kemudian menjadi tersangka perusakan barang bukti terkait perkara match-fixing sehingga ia menyerahkan kursi kepemimpinannya kepada Gusti Randa.

Baca juga: Wawancara Eksklusif: Joko Driyono, Mau Ngapain di PSSI?

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, menilai, pengangkatan Gusti Randa justru mengundang kontroversi.

“Itu mau-maunya PSSI saja yang suka membuat sensasi dan kontroversi. Pengangkatan Gusti Randa menjadi Plt Ketua Umum PSSI ilegal karena tidak sesuai dengan Statuta PSSI,” ucap Akmal Marhali, Selasa (19/3/2019).

Menurut Akmal, yang seharusnya ditunjuk menggantikan Jokdri adalah Iwan Budianto, bukan Gusti Randa yang hanya angota Exco PSSI biasa.

“Seharusnya Iwan Budianto, karena dia satu-satunya Wakil Ketua Umum PSSI setelah Jokdri ditunjuk menjadi Plt Ketua Umum,” kata Akmal menjelaskan.

Akmal lalu merujuk ketentuan Pasal 39 ayat (6) Statuta PSSI yang berbunyi, “Apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka Wakil Ketua Umum dengan usia tertua akan menggantikannya.”

“Jokdri, yang saat itu Wakil Ketua Umum PSSI dengan usia tertua langsung menggantikan Edy Rahmayadi. Kini, setelah Wakil Ketua Umum PSSI tinggal satu-satunya, yakni Iwan Budianto, mestinya Iwan Budianto ini yang menjadi Plt Ketua Umum,” ucap Akmal menegaskan.

Pada ketentuan lain dalam Statuta PSSI, yakni Pasal 40 ayat (6) berbunyi, “Apabila Ketua Umum secara permanen atau sementara berhalangan dalam melaksanakan tugas resminya, Wakil Ketua Umum akan mewakilinya sampai dengan Kongres berikutnya. Kongres ini akan memilih Ketua Umum yang baru, jika diperlukan.”

Baca juga: Jadi Plt Ketum PSSI, Ini Prioritas Gusti Randa

Status Plt Ketua Umum yang disandang Gusti Randa, lanjut Akmal, bertambah ilegal karena yang menandatangani SK pengangkatannya hanya Jokdri, bukan seluruh anggota Exco yang masih ada.

Disebutkan dalam Pasal 34 ayat (1) Statuta PSSI, Exco PSSI berjumlah 15 orang, terdiri atas 1 Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Anggota. “Seharusnya seluruh anggota Exco yang masih ada tanda tangan semua, bukan hanya Jokdri,” paparnya.

Saat ini sedikitnya dua anggota Exco PSSI sudah tidak aktif, yakni Johar Lin Eng yang ditahan polisi karena terlibat match-fixing, dan Hidayat yang mengundurkan diri dan kemudian menjadi tersangka match-fixing juga.

Menurut Akmal, semestinya Jokdri tak perlu mengangkat Plt Ketua Umum PSSI baru, cukup berkonsentrasi menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) saja yang sudah diputuskan Exco pada 19 Februari 2019.

“Mestinya Jokdri konsentrasi saja pada penyelenggaraan KLB, dengan segera minta rekomendasi ke FIFA,” tuturnya.



Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Presiden Barcelona: Bartomeu Harus Mengundurkan Diri, Gelar Pemilu Secepat Mungkin

Calon Presiden Barcelona: Bartomeu Harus Mengundurkan Diri, Gelar Pemilu Secepat Mungkin

Liga Spanyol
Bima Sakti Soroti Beberapa Hal yang Harus Dibenahi Timnas U16 Indonesia

Bima Sakti Soroti Beberapa Hal yang Harus Dibenahi Timnas U16 Indonesia

Liga Indonesia
Jadwal dan Klasemen MotoGP 2020, Tiga Besar Dikuasai Yamaha

Jadwal dan Klasemen MotoGP 2020, Tiga Besar Dikuasai Yamaha

Motogp
Barcelona Vs Bayern Muenchen, Hansi Flick Puji Permainan Thomas Mueller dkk

Barcelona Vs Bayern Muenchen, Hansi Flick Puji Permainan Thomas Mueller dkk

Sports
Barcelona Vs Bayern, Barca dan Messi Ulangi Mimpi Buruk 2007-2008

Barcelona Vs Bayern, Barca dan Messi Ulangi Mimpi Buruk 2007-2008

Liga Champions
Alphonso Davies Sudah 'Tertawakan' Messi Sebelum Gilas Barcelona

Alphonso Davies Sudah "Tertawakan" Messi Sebelum Gilas Barcelona

Sports
Rossi: Peluang Juara MotoGP Bukan Hanya Karena Marc Marquez Cedera

Rossi: Peluang Juara MotoGP Bukan Hanya Karena Marc Marquez Cedera

Motogp
Pakar Sepak Bola Spanyol: Kekalahan Barcelona Imbas Kebusukan Bertahun-tahun

Pakar Sepak Bola Spanyol: Kekalahan Barcelona Imbas Kebusukan Bertahun-tahun

Liga Champions
Man United Dicibir Sering Dapat Penalti, Robin van Persie Pasang Badan

Man United Dicibir Sering Dapat Penalti, Robin van Persie Pasang Badan

Sports
Barcelona Vs Bayern - Barca Gugur, Duopoli Ronaldo dan Messi Berakhir

Barcelona Vs Bayern - Barca Gugur, Duopoli Ronaldo dan Messi Berakhir

Liga Champions
Kata-kata Pertama Presiden Barcelona Usai Dipermalukan Bayern Muenchen di Liga Champions

Kata-kata Pertama Presiden Barcelona Usai Dipermalukan Bayern Muenchen di Liga Champions

Sports
Barcelona Kalah Memalukan, Quique Setien Angkat Tangan

Barcelona Kalah Memalukan, Quique Setien Angkat Tangan

Sports
BREAKING NEWS - Barcelona Dilaporkan Pecat Quique Setien

BREAKING NEWS - Barcelona Dilaporkan Pecat Quique Setien

Liga Champions
Permalukan Barcelona dan Lionel Messi, Mueller: Ini Menyenangkan

Permalukan Barcelona dan Lionel Messi, Mueller: Ini Menyenangkan

Sports
Barcelona Vs Bayern Muenchen, Kekalahan Mengenaskan Barca Tuai Sejarah

Barcelona Vs Bayern Muenchen, Kekalahan Mengenaskan Barca Tuai Sejarah

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X