Stapac Jakarta Optimistis Patahkan Mitos Final IBL

Kompas.com - 19/03/2019, 19:00 WIB
Pemain Stapac Jakarta, Abraham Damar, saat tampil pada laga seri kedelapan IBL Pertamax 2018-2019 melawan Pelita Jaya Basketball, di GOR UNY, Yogyakarta, Jumat (15/2/2019). Dok. IBL Pemain Stapac Jakarta, Abraham Damar, saat tampil pada laga seri kedelapan IBL Pertamax 2018-2019 melawan Pelita Jaya Basketball, di GOR UNY, Yogyakarta, Jumat (15/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Indonesian Basketball League ( IBL) dua musim terakhir, klub yang perkasa pada seri reguler selalu gagal menjadi juara.

Tengok saja Satria Muda Pertamina Jakarta yang mendominasi musim reguler IBL 2016-2017, justru malah ditaklukkan Pelita Jaya Basketball saat laga final.

Kemudian, pada IBL tahun lalu, ketika giliran Pelita Jaya Basketball yang berjaya pada seri reguler, Satria Muda-lah yang akhirnya menjadi juara.

Baca juga: Harga dan Kategori Tiket 2 Laga Final IBL Pertamax 2018-2019

Kini, pada IBL Pertamax 2018-2019, Stapac Jakarta menjadi klub yang tampil impresif pada musim reguler. Namun, mereka tak percaya dengan mitos final IBL.

Tim asuhan Giedrius Zibenas justru berambisi menyudahi "mitos" tersebut dengan mengalahkan Arki Dikania Wisnu dkk.

"Kami mau patahkan mitos itu agar bisa jadi juara musim ini," ujar kapten Stapac, Oki Wira Sanjaya, saat konferensi pers jelang laga final, di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

"Kami hanya ingin menjadi juara. Tahun ini kami tidak mau kehilangan gelar karena sudah mengorbankan banyak hal," ucap Oki menegaskan.

Para pemain dan pelatih dari Stapac Jakarta serta Satria Muda Pertamina Jakarta menghadiri konferensi pers final IBL Pertamax 2018-2019, di Jakarta, Selasa (19/3/2019).KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Para pemain dan pelatih dari Stapac Jakarta serta Satria Muda Pertamina Jakarta menghadiri konferensi pers final IBL Pertamax 2018-2019, di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Pencapaian Stapac pada musim reguler memang terbilang fantastis. Mereka berhasil menjadi juara grup Divisi Putih dan langsung lolos ke semifinal berkat 17 kemenangan dari 18 laga.

Sementara itu, Satria Muda Pertamina Jakarta hanya mencatatkan sembilan kemenangan dan menempati posisi ke-3 Divisi Merah.

Stapac tak mau terbawa euforia kejayaan seri reguler. Mereka menilai Satria Muda tetap harus diwaspadai karena merupakan juara bertahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X