Kiper Timnas Futsal Selandia Baru Jadi Korban Penembakan di Masjid

Kompas.com - 18/03/2019, 16:22 WIB
Warga Selandia Baru meletakkan bunga di sekitar masjid yang menjadi sasaran serangan teroris pada Jumat (15/3/2019). Setidaknya 49 orang tewas dan puluhan yang lain terluka akibat serangan ini. Terlihat salah satu pesan warga yang menyatakan bahwa seranga ini bukanlah wajah sesungguhnya dari Selandia Baru. AFP/TESSA BURROWSWarga Selandia Baru meletakkan bunga di sekitar masjid yang menjadi sasaran serangan teroris pada Jumat (15/3/2019). Setidaknya 49 orang tewas dan puluhan yang lain terluka akibat serangan ini. Terlihat salah satu pesan warga yang menyatakan bahwa seranga ini bukanlah wajah sesungguhnya dari Selandia Baru.

KOMPAS.com - Dunia sepak bola ikut berduka atas tragedi penembakan di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Kiper Timnas Futsal Selandia Baru, Atta Elayan (ada yang menuliskannya dengan Atta Olyan), menjadi korban tragedi tersebut. 

Minggu (17/3/2019), akun Twitter resmi FIFA berbahasa Arab mengabarkan berita tersebut. Atta Elayyan menjadi korban dari penembakan di Masjid Al Noor.

"Kiper Timnas Futsal Selandia Baru, Atta Elayyan, menjadi korban dari tragedi di Christchurch. Kami ucapkan duka mendalam untuk keluarga dan kerabat Elayyan," tulis akun Twitter FIFA.

Ucapan duka cita juga datang dari Asosiasi Sepak Bola Selandia Baru (NZF). Chief Executive Andrew Pragnelli mengatakan bahwa sepak bola di negara tersebut terpukul atas meninggalnya Elayyan.

Baca juga: Salah hingga Oezil Turut Berduka untuk Korban Teror di Selandia Baru

"Atas nama semua orang di NZF, saya berempati kepada siapa pun yang menjadi korban pada tragedi tersebut," tutur Pragnelli seperti dikutip dari Gulfnews.com.

Ghassan Alaraji, migran asal Irak, menjadi saksi dari kebrutalan Brenton Tarrant kepada pengunjung masjid, termasuk Elayyan.

"Ada seorang pemuda mencoba menghalangi si penembak. Nahas, dia justru tertembak. Dialah teman saya, Atta," tuturnya.

Elayyan mengalami cedera parah akibat tindakan brutal Tarrant. Dia mengembuskan napas terakhir pada malam harinya.

Kiper kelahiran Kuwait itu meninggal dunia dalam usia 33 tahun. Dia meninggalkan istri dan seorang anak perempuan.

Pria kelahiran 21 Juni 1985 itu pindah ke New Zealand pada 1992. Sang ayah, Mohammed Elayyan, adalah salah satu pendiri Masjid Al Noor.

Sepanjang kariernya di futsal, Elayyan tampil 19 kali membela All Whites dan mencetak satu gol.

Pada 2014, Elayyan mengantarkan Mainland Futsal menjadi juara futsal. Dia bahkan menerima penghargaan pemain terbaik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X