Trapattoni Masih Kesal pada Wasit Italia vs Korsel di Piala Dunia 2002

Kompas.com - 16/03/2019, 19:29 WIB
Pelatih asal Italia, Giovanni Trapattoni, sedang mendampingi tim nasional Republik Irlandia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Austria, di Stadion Ernst Happel, 10 September 2013.ALEXANDER KLEIN/AFP Pelatih asal Italia, Giovanni Trapattoni, sedang mendampingi tim nasional Republik Irlandia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014 kontra Austria, di Stadion Ernst Happel, 10 September 2013.

KOMPAS.com - Pelatih legendaris Italia, Giovanni Trapattoni ternyata masih menyimpan rasa kesal pada Byron Moreno.

Trapattoni adalah pelatih tim nasional Italia pada Piala Dunia 2002. Sedangkan Moreno adalah wasit yang memimpin laga 16 besar antara Italia vs Korea Selatan.

Italia kalah 1-2 dalam laga kontroversial tersebut.

Jelang ulang tahunnya ke-80 pada Minggu (17/3/2019), Trapattoni diwawancarai La Repubblica.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepadanya adalah, apakah yang lebih membuatnya sakit hati, wasit Byron Moreno atau kalah dari Hamburg SV di Final Piala UEFA 1983.

Baca Juga: Wasit Kontroversial Itu Akhirnya Dipenjara

“Pasti Moreno,” kata mantan pelatih Juventus, AC Milan, dan Inter Milan itu.

“Itu karena apa yang terjadi di Piala Dunia 2002 berasal dari wasit dan bukan lawan kami," lanjut Trap.

Pada laga Italia vs Korsel, Gli Azzuri unggul lebih dulu melalui Christian Vieri pada menit ke-18.

Namun Korsel menyamakan kedudukan melalui Seol Ki Hyeon pada menit ke-88. Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu yang ketika itu masih menerapkan sistam golden goal.

Pada babak perpanjangan waktu, Moreno menganulir gol Damiano Tommasi yang dari tayangan lambat tampak sedang onside. Ia juga mengkartu merahkan Francesco Totti yang dituding diving. Padahal dari tayangan ulang terlihat Totti memang dilanggar keras pemain Korsel.

Italia akhirnya kalah dan tersingkir akibat gol Ahn Jung Hwan pada menit ke-117.

Baca juga: Trapattoni Sarankan Milan Beli Ibra daripada Romagnoli

“Kamu mengharapkan perilaku super dari wasit, tetapi dia melakukan ketidakadilan yang besar dan melukai seluruh Italia," ucap Trap.

"Jika memikirkannya lagi, maka saya ingin ada pertandingan antara Italia vs Korea dengan wasit yang berbeda," pungkasnya.




Close Ads X