Wajah Stadion Modern yang Akan Hadir di Jakarta pada 2021

Kompas.com - 15/03/2019, 11:47 WIB
Rancangan Jakarta International Stadium yang segera dibangun di Taman BMW, Jakarta Utara.KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Rancangan Jakarta International Stadium yang segera dibangun di Taman BMW, Jakarta Utara.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pencanangan pembangunan stadion di eks Taman BMW, Sunter, Jakarta Utara, telah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis (15/3/2019) kemarin. Proyek ini diberi nama Stadion Internasional Jakarta.
 
SIJ akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo. Proses pembangunannya ditargetkan selesai pada 2021 mendatang.
 
SIJ direncanakan punya wajah modern. Ada sejumlah fasilitas yang akan membuat stadion berkapasitas 82.000 tempat duduk itu berbeda dari stadion di Indonesia pada umumnya. 
 
 
 
Pertama, adanya trek lari di atap stadion. 
 
Selama ini, trek lari yang umum dijumpai di stadion-stadion Indonesia berada di atas permukaan tanah, tepatnya mengelilingi stadion.
 
"Jadi konsepnya sekarang, atap itu bukan penutup, tetapi atap itu adalah alas untuk berolahraga," kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto.

Selain itu, terdapat pula fasilitas bungee jumping setinggi 60 meter. Nantinya, pengunjung dapat merasakan sensasi terjun dari atap stadion ke arah lapangan.

Menurut Dwi, pihaknya juga akan membangun fasilitas rock climbing di stadion. Kawasan stadion juga dirancang terintegrasi dengan Waduk Cincin atau Danau Sunter Utara di sisi timur stadion.

"Kami akan gabungkan juga dengan wisata air Danau Sunter (Utara). Danau Sunter (Utara) sekelilingnya kami jadikan joging trek dan fasilitas publik," kata Dwi. 

 

Kedua, akses transportasi massal

Fasilitas kedua yang akan membuat SIJ berbeda dari stadion Indonesia pada umumnya adalah akses transportasi massal. 

Bukan rahasia lagi, kebanyakan stadion di Indonesia, terutama stadion-stadion baru, lokasinya relatif jauh dari pusat kota dan tak didukung akses transportasi massal yang memadai. Namun, tidak demikian dengan SIJ.

Gubernur Anies Baswedan memastikan SIJ akan terintegrasi dengan layanan moda raya terpadu (MRT). 

"Salah satu sebab mengapa kami meneruskan pembangunan di lokasi ini karena nanti ada Stasiun MRT yang lokasinya persis di sebelah utara kita. Akan ada pembesaran di stasiun kereta api," kata Anies.

Selain MRT dan kereta api, bakal ada moda transportasi lain yang bisa melintas di jalur tol. Anies berharap pengunjung Stadion BMW bisa datang menggunakan transportasi umum.

"Harapannya semua penonton yang datang ke tempat ini datang bukan dengan kendaraan pribadi, tetapi dengan kendaraan umum," ujarnya. 

Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut.

 

Ketiga, area komersial

Hingga kini, masih sangat jarang ditemukan adanya fasilitas komersial modern pada area stadion-stadion di Indonesia. Fasilitas itulah yang nantinya dijanjikan ada di SIJ.

Dwi menyatakan, kawasan eks taman BMW tidak hanya menjadi lokasi stadion. Namun, kawasan itu juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti hotel dan apartemen. Fasilitas-fasilitas tersebut akan dikomersialkan untuk menjadi sumber dana perawatan stadion.

"Membangun kawasan itu untuk save financing-nya membangun stadion itu dari mana, masa tergantung APBD terus?" kata Dwi pada Januari 2019.

 

Keempat, tanpa lintasan atletik

Kebanyakan stadion-stadion di Indonesia merupakan stadion konvensional yang dilengkapi lintasan atletik.

Namun, tidak demikian dengan stadion di eks taman BMW. Berkapasitas 80.000 tempat duduk, stadion BMW akan menjadi stadion modern yang membuat jarak tribun dan lapangan lebih dekat, tanpa lintasan atletik tentunya.

Direktur Proyek PT Jakpro Iwan Takwin mengatakan, pembangunan stadion di eks taman BMW melibatkan perancang stadion untuk Piala Dunia 2022 di Qatar dan stadion klub-klub Liga Primer Inggris.

"Tim desain yang kami libatkan bukan hanya lokal, melainkan juga menyediakan persiapan Piala Dunia 2022 di Qatar dan Liga Primer di UK," kata Iwan pada Februari lalu.

Maket Jakarta Internasional Stadium di Taman BMW, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Maket Jakarta Internasional Stadium di Taman BMW, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019).

Selain tanpa lintasan atletik, lapangan stadion juga rencananaya bisa digeser. Tujuannya agar kualitas rumput tidak rusak saat stadion dipakai untuk kegiata di luar sepak bola.

"Kemarin GBK untuk musik atau seni bermasalah dengan rumput. Nah kami antisipasi dengan konsep desainnya ada beberapa altenatif, apakah grass-nya bisa movable. Jadi, bisa dimasukkan basement, atapnya juga movable," kata Iwan.

Akses tiket dan penonton juga akan diatur sedemikian rupa sehingga tak akan ada penumpukan maupun calo.

"Jadi, kami punya aplikasi nantinya sistem analisis di perencanaan kami bisa menganalisis pergerakan suporter sehingga bisa termitigasi, mengantisipasi potensi bentrok saat high match," ujar Iwan.



Close Ads X