Lyon Tumbang di Barcelona, Komentar Arogan Memphis Depay Menghantui

Kompas.com - 14/03/2019, 22:10 WIB
Aksi penyerang Belanda, Memphis Depay (oranye), saat laga melawan Peru, Kamis (6/9/2018) atau Jumat dini hari. AFP/KOEN VAN WEELAksi penyerang Belanda, Memphis Depay (oranye), saat laga melawan Peru, Kamis (6/9/2018) atau Jumat dini hari.

KOMPAS.COM - Olympiqe Lyon mengakhiri kampanye Liga Champion 2018-2019 dengan menelan kekalahan 1-5 kontra Barcelona di Camp Nou pada Kamis (14/3/2019) dini hari WIB.

Kekalahan besar ini sangat disayangkan mengingat Lyon berhasil menahan Barcelona 0-0 pada laga leg pertama di kandang sendiri.

Lyon sebenarnya sempat mengimbangi Barcelona dengan mengejar ketertinggalan 0-2 pada babak pertama menjadi 1-2 lewat gol Lucas Tousart pada menit ke-58.

Namun, tiga gol tambahan Barcelona pada rentang delapan menit sejak menit ke-78 memupus harapan Lyon.

Salah satu pemain yang paling banyak mendapat sorotan dari kekalahan ini adalah mantan penyerang Manchester United, Memphis Depay.

Walau menciptakan peluang lebih banyak dari rekan-rekannya (4), ia tak cukup mengancam di area pertahanan Barcelona.

Belum lagi, Memphis adalah pemainyang paling banyak kehilangan bola (5 kali) di Camp Nou).

Ia pun menjadi tumbal. Pelatih Bruno Genesio menarik keluar pemain asal Belanda itu pada menit ke-73.

Baca Juga: 5 Mantan Juara Masih Melempem di Fase Gugur Liga Champions Musim Ini

"Jujur, saya mengharapkan jauh lebih banyak dari Memphis Depay," ujar mantan pemain timnas Perancis, Benoit Pedretti, seperti dikutip Kompas.com dari L'Equipe.

Memphis Depay sebenarnya salah satu pemain terbaik di Eropa musim ini.

Statistik Squawka menyebutkan bahwa ia satu dari tiga pemain yang menciptakan peluang terbanyak (81) dari lima liga terbaik Eropa musim ini.

Nama Memphis bersanding dengan James Maddison (Leicester City) dan Alejandro Gomez (Atlanta).

Memphis menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol musim ini ketimbang Lionel Messi (76) dan Eden Hazard (74).

Ia juga menciptakan 23 operan kunci bagi Lyon sepanjang musim, terbanyak di Lyon dan hampir dua kali lipat nama kedua di daftar itu, Nabil Fekir (12).

Sebenarnya, penampilan buruk kontra Barcelona akan dimaafkan oleh suporter Lyon. Hanya, Memphis tak pernah menyembunyikan keinginannya untuk pindah ke klub lebih besar ketimbang Lyon.

"Saya ingin pindah ke klub level top musim panas ini. Lyon adalah klub besar tetapi bukan salah satu dari lima klub terbaik Eropa," ujar Memphis kepada majalah Belanda, Helden.

Baca Juga: Daftar Top Scorer Liga Champions - Ronaldo Baru Setengah Lionel Messi

Ia menyebut klub-klub idamannya adalah Real Madrid, Manchester City, Barcelona, Chelsea, PSG, atau Bayern Muenchen.

"Saya ingin pergi ke kota dan klub yang cocok dengan saya, ke tim yang ingin bermain sepak bola. Saya selalu berbicara tentang Real Madrid, klub kerajaan. Jersey putih dan emas,"  tuturnya lagi.

Wawancara ini mendapat reaksi keras dari Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, apalagi setelah performa sang pemain merosot sejak pergantian tahun.

Sang presiden tak bisa menahan diri untuk mengkritik pemainnya setelah kekelahan 0-2 dari Monaco pada akhir Februari. Laga itu menjadi partai ke-13 di liga secara beruntun di mana Memphis gagal mencetak gol.

"Mereka yang berpikir akan dapat transfer raksasa pada akhir musim salah sekali, mereka harus kurangi bicara dan beri lebih," tutur Aulas lewat Twitter.

Baca juga: Carles Puyol: Juventus Kandidat Terkuat Juara Liga Champions

Walau sempat membukukan dua gol secara beruntun di liga sebelum bertandang ke Barcelona, Memphis tak bisa unjuk gigi dengan mencetak gol yang sangat dibutuhkan timnya di Camp Nou.

Tiga bulan terakhir menunjukkan kekuatan sekaligus kelemahan Memphis.

Pada hari terbaik, sang penyerang punya talenta untuk menjadi pengatur serangan sekaligus penyerang terbaik Eropa. Namun, ia sangat tidak konsisten dan kerap menganggap dirinya lebih baik dari yang lain.

Melawan Barcelona di Camp Nou sebenarnya kesempatan terbaik sang pemain untuk berbicara di level tertinggi dan unjuk gigi kepada klub-klub top yang tengah mencari penyerang baru.

Sebut saja, Real Madrid dan Bayern Muenchen. Kedua klub tersebut tengah mencari darah baru untuk menyegarkan skuad

Sayang, Memphis tidak mengambil kans di depan mata sebaik mungkin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Lequipe
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X