Menanti Pembalasan dari Kegagalan Real Madrid dan FC Bayern

Kompas.com - 14/03/2019, 19:30 WIB
Para pemain Bayern Muenchen tampak terpukul seusai kekalahan dari Liverpool pada babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, 13 Maret 2019. AFP/ODD ANDERSEN Para pemain Bayern Muenchen tampak terpukul seusai kekalahan dari Liverpool pada babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, 13 Maret 2019.

KOMPAS.com - Empat dari delapan juara grup Liga Champions musim ini langsung tumbang pada tantangan pertama di fase gugur. Bagi dua klub, Real Madrid dan FC Bayern Muenchen, kegagalan musim ini akan punya reperkusi besar ke seantero Eropa mulai musim panas nanti.

Real Madrid, bersama Bayern Muenchen, Paris Saint-Germain, dan Borussia Dortmund menjadi kuartet pemenang fase grup yang tumbang pada babak 16 besar Liga Champions.

Kegagalan bakal terasa lebih berat bagi Madrid dan Bayern mengingat beban ekspektasi dan sejarah yang mereka emban.

Bagaimana tidak, Madrid merupakan finalis dalam empat dari lima edisi terakhir Liga Champions.

Los Blancos memegang tiga gelar terakhir Liga Champions walau belum pernah ada yang berhasil mempertahankan trofi Si Kuping Besar sebelum mereka.

Baca juga: Kabar Transfer, Zidane Berpotensi Gaet Eden Hazard ke Real Madrid

Dua gelar terakhir Real Madrid datang setelah mencatatkan agregat kemenangan 7-2 pada laga final (4-1 vs Juventus dan 3-1 vs Liverpool).

Sementara itu, FC Bayern juga kekuatan besar Eropa. Die Roten bermain dalam tiga final antara 2009 dan 2013.

Musim ini akan menjadi kali pertama dalam 10 tahun terakhir, Bayern dan Real Madrid tidak akan ada untuk berkompetisi di semifinal Liga Champions.

Real Madrid dan Bayern Muenchen menempati 15 dari 32 tempat di semifinal sejak 2011.

Terakhir kali semifinal tidak melibatkan Real Madrid atau Bayern Muenchen adalah pada 2008-2009.

Kala itu, Real Madrid kalah pada babak 16 besar dari Liverpool dengan agregat 0-5 sementara Muenchen menyerah di perempat final saat menghadapi Barcelona (1-5 secara agregat).

Sekarang, kita akan melihat dampak dari kekalahan dua raksasa ini ke peta sepak bola Eropa.

Halaman:



Close Ads X