All England 2019, Viktor Axelsen 10 Kali Kalah dari Kento Momota

Kompas.com - 10/03/2019, 16:30 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen mengembalikan bola ke arah lawan asal Jepang, Kento Momota dalam partai final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota menang dengan skor 21-14 dan 21-9. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen mengembalikan bola ke arah lawan asal Jepang, Kento Momota dalam partai final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota menang dengan skor 21-14 dan 21-9.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, meneruskan tren positif musim ini setelah menembus final All England Open 2019.

Axelsen meraih tiket final seusai memupus asa juara bertahan All England, Shi Yuqi (China). Pada laga semifinal yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (9/3/2019), Axelsen menang 22-20, 13-21, 21-9.

Kemenangan ini membuat rekor keunggulan Axelsen atas Shi Yuqi menjadi 3-1.

Baca juga: Tanpa Deshaun Wiggins, NSH Jakarta Tetap Yakin Lolos ke Final IBL

"Ekspresi wajah saya menggambarkan bagaimana perasaan saya. Selama gim kedua saya membuat beberapa penilaian buruk. Shi Yuqi bermain dengan sangat baik dan saya memutuskan untuk menyisihkan energi saya sedikit," kata Axelsen seperti dilansir BolaSport.com dari Allenglandbadminton.

"Untungnya itu menjadi keputusan yang bagus karena saya bermain cukup baik pada gim ketiga. Jadi, saat ini saya benar-benar bahagia dan menantikan pertandingan final," ucap pemain 25 tahun itu usai menang atas Shi Yuqi.

Pada partai final, Axelsen yang menjadi unggulan keenam akan menjumpai Kento Momota (Jepang) yang diunggulkan di tempat pertama.

Momota unggul jauh dalam rekor pertemuan dengan Axelsen karena memimpin 10-1. Terakhir kali, keduanya bertemu pada semifinal Indonesia Masters 2019 di mana Axelsen kalah dua gim langsung dengan skor telak 15-21, 4-21.

Pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Gintingpada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018). Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih juara China Open 2018 setelah mengalahkan Momota dengan skor akhir 23-21 dan 21-19.AFP PHOTO/STR/CHINA OUT Pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota berusaha mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Gintingpada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018). Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih juara China Open 2018 setelah mengalahkan Momota dengan skor akhir 23-21 dan 21-19.

Axelsen mengakui bahwa dia tidak memikirkan tentang rekor kekalahan dan catatan sejarah bahwa tunggal putra Denmark yang terakhir kali merebut titel juara ialah Peter Gade pada 1999.

"Saya pikir apa pun turnamen yang Anda mainkan selalu ada statistik dan sejarah. Anda tidak dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkannya," ujar Axelsen.

Baca juga: Penyesalan Praveen Jordan Gagal ke Final

"Saya hanya mencoba mengesampingkan hal itu dan fokus pada permainan. Performa saya hari ini ternyata cukup baik dan kami akan melihat besok (hari ini). Pertandingan nanti jelas akan menjadi laga yang sangat sulit, tetapi kita akan melihat apa yang terjadi," tutur Axelsen.

Sebelum datang ke Birmingham tahun ini, Axelsen menjadi juara Spain Masters, sementara Momota memenangi gelar German Open.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X