Berebut Oksigen di Lapangan Golf pada Malam Hari

Kompas.com - 09/03/2019, 15:20 WIB
Dari kiri ke kanan, Xtoredy, Fedi Fianto, dan Carla Felany saat peluncuran olahraga berlari di malam hari pada Jumat (8/3/2019) di kawasan Padang Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan. Acara ini digelar bersamaan dengan peluncuran sepatu lari jarak jauh League Valiant.  DOK. LEAGUE/BERCA SPORTINDON Dari kiri ke kanan, Xtoredy, Fedi Fianto, dan Carla Felany saat peluncuran olahraga berlari di malam hari pada Jumat (8/3/2019) di kawasan Padang Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan. Acara ini digelar bersamaan dengan peluncuran sepatu lari jarak jauh League Valiant.

JAKARTA, KOMPAS.com - Xtoredy, pria bertubuh langsing itu, tersenyum sembari membetulkan posisi duduknya.

"Memang, berlari di malam hari ada tantangannya," katanya pada Jumat (8/3/2019) di kawasan Padang Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Xto, begitu sapaan karibnya, tidak sendirian. Dua karibnya, Fedi Fianto dan Carla Felany, menemani.

Baca juga: Mantan Jawara Golf Dunia Wujudkan Mimpi Ini

Bertiga adalah anggota League Running Buddies yang tengah menjajal sepatu lari League Valiant, varian anyar untuk olahraga lari jarak jauh.

"Berlari malam hari itu sama saja berebut oksigen dengan pohon-pohon," kata Xto, pegiat triatlon ini.

"Berlari malam hari itu kan harus berhadapan dengan udara beroksigen tipis," imbuh Carla, ibu dua anak ini.

Sebagai pelari ultramarathon atau pelari yang menempuh jarak lebih panjang dari full-marathon 42,195 kilometer, Carla pernah mengalami berlari malam.

"Harus mengatur napas baik-baik dan juga waspada karena malam kan gelap dan saya membutuhkan lampu penerangan yang saya bawa sendiri," tuturnya.

Baca juga: Selain Sepatu Running, League Andalkan Sepatu Riding

Sementara itu, Fedi Fianto mengingatkan bahwa saat berolahraga lari malam hari, seseorang juga perlu memperhitungkan suhu sekitar.

"Malam hari kan relatif suhu lebih rendah," katanya.

Diikuti sekitar 120 peserta, olahraga berlari malam menempuh jarak 8 kilometer atau dua kali keliling Padang Golf Pondok Indah.

Setiap pelari melengkapi diri dengan lampu penerangan yang diikatkan pada dahi masing-masing.

Salah seorang peserta lain, Richard Insane, mengatakan sepatu League Valiant cocok dengan kakinya.

Sepatu League Valiant. League mengembangkan sepatu ini untuk olahraga lari jarak jauh. Kompas.com/Josephus Primus Sepatu League Valiant. League mengembangkan sepatu ini untuk olahraga lari jarak jauh.

"Lebih nge-grip di kaki dan tumpuan di bagian depan pas untuk olahraga lari," kata pemilik nomor sepatu 43 ini.

Pada sepatu Valiant, League membenamkan teknologi DuaRide. Pengguna sepatu ini bisa mendapatkan kenyamanan ekstra juga kestabilan saat transisi pergerakan kaki.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X